Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Mudik Lebaran Harus Zero Accident
SIAP DITERJUNKAN: Jajaran Lalu lintas Polda Jabar akan menjadi ujung tombak dalam penanganan arus mudik lebaran dengan digelarnya operasi ketupat lodaya 2019.

Mudik Lebaran Harus Zero Accident

BANDUNG -Jelang mudik Lebaran, Plh Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta warga melakukan langkah antisipasi untuk meningkatkan faktor keselamatan dan mengurangi tingkat kecelakaan dengan target zero accident.

Menurutnya, beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan terkait faktor dari pengemudi dan kelaikan kendaraan.

”Yang paling utama adalah keselamatan dan kecelakaan yang harus diminimalkan, kalau bisa zero (accident),” jelas Uu ketika ditemui usai acara gelar pasukan kemarin. (28/5).

Dia menuturkan, ketika dalam perjalanan mudik para pengemudi dalam kondisi fisik prima. Artinya dari segi kesehatan fisik dan phisikis harus betul-betul diperhatikan.

”Saya berharap para pengemudi itu harus benar-benar dalam suasana batin yang tidak terganggu pikirannya, emosionalnya,” jelasnya.

Hal kedua, yaitu kelaikan kendaraan. Kata Uu Ruzhanul, kendaraan untuk mudik tidak harus baru tetapi dalam kondisi yang baik dan aman.

”Kalau kendaraan kondisinya sudah lama tetapi kalau dirawat dengan baik, remnya berfungsi dengan hebat, dan hal lain. Maka itu akan meminimalkan kecelakaan,” paparnya.

”Jadi, dua hal yang harus di­antisipasi dalam menjaga ke­selamatan. Pertama, soal ma­nusianya atau sopir. Dan yang kedua kendaraan yang harus baik,” sambung Uu Ruzhanul.

Sementara itu, terkait peng­amanan untuk arus mudik dan Lebaran, Uu menjelaskan bahwa Pemdaprov Jabar me­nerjunkan personel gabung­an dari Dinas Perhubungan dan dinas terkait lainnya. Selain itu ada pengamanan dari pihak TNI dan Polri. Di­harapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan nyaman dan aman.

”Secara syariat ikhtiar kita sudah maksimal, personel sipil, TNI, Polri dalam melaks­anakan pengamanan Idul Fitri, supaya mereka yang melaksanakan Idul Fitri be­rada dalam keadaan nyaman, tenang, dan aman,” harapnya.

Semantara itu, Polda Jabar menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2019. Operasi ini akan digelar se­lama 13 hari mulai 29 Mei – 10 Juni 2019.

Menurut Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dalam amanat­nya menyatakan, Operasi Ketu­pat Lodaya tahun ini memiliki karakteristik khas dibanding dengan operasi tahun sebe­lumnya. Pasalnya bersamaan dengan proses tahapan Pe­milu 2019, sehingga menurut Tito potensi kerawanannya semakin kompleks.

“Operasi Ketupat Lodaya 2019 memiliki karakteristik yang khas dibandingkan operasi tahun sebelumnya, operasi ini akan dilaksana bersamaan dengan tahapan Pemilu 2019, sehing­ga potensi kerawanan yang akan dihadapi semakin kompleks,” kata Tito.

Berbagai hal yang bisa meng­ganggu stabilitas kamtibmas dan perlu diantisipasi secara optimal di antaranya, seper­ti aksi serangan teror, berba­gai kejahatan yang meresah­kan masyarakat, seperti pen­curian, perampokan, penjam­bretan, begal, dan prema­nisme, aksi intoleransi, gang­guan keselamatan tranpo­rasi darat, laut, dan udara, stabilitas harga dan keterse­diaan bahan pokok dan po­tensi bencana alam.

Operasi Ketupat Lodaya 2019 akan diselenggarakan di 34 polda dengan 11 polda prio­ritas, termasuk Polda Jabar. Sementara jumlah personel yang diterjunkan sebanyak 160.335 personel gabungan, terdiri dari 93.598 personel Polri, 13.131 personel TNI, 18.906 personel kementerian dan dinas terkait, 11.720 per­sonel Satpol PP, 6.911 perso­nel Pramuka, dan 6.076 per­sonel ormas.

Mereka akan diterjunkan di 2.488 pos pengamanan, 764 pos pelayanan, 74 pos ter­padu, dan 12 lokasi cek poin. Sementara obyek pengamanan berupa 898 terminal, 379 sta­siun kereta api, 592 pelabuhan, 212 bandara, 3.097 pusat per­belanjaan, 77.217 masjid, dan 3.530 objek wisata.

Di Jawa Barat sendiri akan diterjunkan sekitar 22.000 personel TNI, Polri, dishub, Jasa Raharja, dan dinkes. Ada tiga pos pengamanan terpadu yakni di Cikopo, Palimanan, dan Limbangan, serta 35 pos pengamanan dan 276 pos pelayanan di seluruh Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudy Sufahriadi yang di­dampingi Pangdam III/Sili­wangi Mayjen TNI Tri Soewan­dono, menuturkan pihaknya akan terus bersinergi untuk mengamankan arus mudik dan Idul Fitri tahun ini.

“Amanat Kapolri tadi su­dah jelas kita sinergi me­nangani selama 13 hari,” ungkapny

Check Also

Rancang Strategi Mudik Lebaran

BANDUNG – Meski mudik lebaran masih lama, memasuki hari pertama puasa, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *