Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Operasi Kemanusiaan Laiknya Operasi Militer
TANGANI BENCANA: 1050 prajurit TNI yang tergabung dalam satuan tugas penanggulangan bencana asap tiba di Lapangan Udara (Lanud) Palembang, Sumsel, menggantikan 1.050 prajurit TNI yang telah bertugas sejak 10 September 2015 yang lalu, yang diperbantukan untuk menangani kebakaran lahan dan hutan di titik api terbesar di Sumatera Selatan.

Operasi Kemanusiaan Laiknya Operasi Militer

darikita.com, Pemerintah berjanji operasi kemanusiaan terhadap korban asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, sudah akan segera direalisasikan dalam beberapa hari ke depan. Evakuasi terhadap bayi dan anak-anak akan menjadi perhatian.Grafis-asap_Jawa-Pos--300x225

Menteri Koordinator Polhukam Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, kalau dirinya sudah akan berangkat ke titik-titik lokasi bencana asap di daerah, hari ini (24/10), khusus untuk melakukan sejumlah persiapan. ”Kami exercise dulu, semua persiapan kami lakukan dengan cermat,” ungkap Luhut Panjaitan, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (23/10).

Dia menegaskan, persiapan-persiapan tersebut penting dilakukan karena operasi kemanusiaan akan dilakukan dengan sangat serius. ”Kami akan melakukan ini seperti operasi militer,” tandas purnawirawan jenderal tersebut.

Dalam rapat terbatas kabinet yang dilaksanakan kemarin, Presiden Joko Widodo telah memutuskan peningkatan pengendalian penanganan kebakaran hutan dan lahan di bawah koordinasi Luhut Panjaitan. Bukan hanya akan terus mengupayakan langkah-langkah pemadaman, operasi kemanusiaan dengan mengevakuasi korban terdampak asap, juga akan dilakukan. ”Tapi, tidak dilakukan secara misal, dikhususkan untuk anak kecil dan bayi,” beber Luhut.

Berbagai tahapan dan alternatif evakuasi telah disiapkan pemerintah. Langkah awal adalah memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki kementerian sosial. Tentu, dengan sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas. Misalnya dengan menambah penutup udara,purifying air, ataupun AC. ”Meski memungkinkan, ini sulit juga untuk beberapa daerah karena persoalan listrik,” beber Luhut.

Karena itu, disiapkan pula alternatif langkah dengan mengevakuasi korban dari wilayah yang kondisi udaranya buruk ke wilayah perkotaan atau kawasan lain yang lebih baik. ”Misalnya, kalau di Kalimantan, dipindahkan ke Banjarmasin. Kalau sampai ini pun tidak bisa, kami juga telah siapkan kapal perang untuk menampung,” katanya.

Nantinya, akan ada 21 jajaran yang yang berada di bawah koordinasi mantan kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) tersebut. Mulai dari sejumlah kementerian, polisi, TNI, lembaga pemerintah nonkementerian, hingga pemerintah daerah bakal berada di bawah komandonya dalam hal penanganan kebakaran hutan dan lahan. ”Prinsipnya, semua akan ikut bermain, kami ingin sebanyak mungkin yang bisa kami deploy (sebar, Red) di sana,” tegas Luhut.

Termasuk, kata dia, kemungkinan menambah jumlah personel TNI yang kini sudah ada sekitar 2 ribu orang untuk ikut terjun melakukan upaya penanganan. ”Kalau masih diperlukan, unsur tempur pun kami siap kerahkan. Ini semua untuk membantu rakyat,” tandasnya.

Pararel dengan upaya kemanusiaan dan pemadaman kebakaran, langkah pencegahan lewat penindakan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan juga serius dilakukan. Saat ratas penanggulangan bencana asap, presiden di antaranya juga telah menginsttuksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan untuk melanjutkan penerapan kebijakan sanksi dan pencegahan kebakaran lahan.

Mendapat instruksi tersebut, Menteri Ferry mengambil tiga langkah. Pertama, menghentikan seluruh proses permohonan hak guna usah (HGU) baik yang baru maupun perpanjangan jika lahannya terbakar. Kedua, kebijakan sanksi dengan mengeluarkan lahan yang terbakar dari areal HGU yang diberikan. ”Dan terakhir jika areal HGU yang terbakar lebih dari 40 persen, maka izin HGU-nya akan dibekukan,” kata Ferry.

Dua langkah lainnya untuk mencegah kebakaran hutan juga dilakukan. Yaitu, bahwa seluruh pemegang izin HGU diwajibkan untuk memasang perlengkapan sensorik panas atau asap sebagai langkah awal pemadaman. Pada setiap luasan 10 hektare, pemegang HGU wajib menyediakan perlengkapan pemadaman api. ”Kemudian, kedua kebijakan preventif ini akan diterapkan mulai awal 2016 baik yang sudah memegang HGU maupun HGU yang baru,” lanjut Ferry

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi menyatakan kesiapannya untuk menurunkan KRI guna mengevakuasi korban asap. Untuk sementara, dua KRI yakni KRI Banda Aceh dan KRI Teluk Jakarta sudah diberangkatkan ke Banjarmasin.

”Baru dua berangkat tergantung perkembamgam di lapangan,” ujarnya usai mengikuti rapat kordinasi di Kementerian Kordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta kemarin (23/10).

Oleh karenanya, pihaknya sudah menyediakan KRI tambahan yang sewaktu-waktu bisa digunakan. Tak hanya itu, TNI juga sudah menyiapkan dua kapal LPD yang sudah dilengkapi alat dan tenaga medis. ”Khusus untuk menangani ISPA,” imbuhnya.

Terkait titik lokasi evakuasi yang dituju, Ade sepenuhnya mengikuti keinginan BNPB. Tapi yang jelas, menuju ke daerah-daerah yang memiliki udara segar. ”Tidak ada batas waktu, sesuai dengan kondisi asap,” pungkasnya.

Air Purifier Jadi Senjata Sementara

Selain persiapan evakuasi masyarakat terdampak asap ke kapal-kapal yang disiapkan, Kementerian Sosial (Kemensos) juga menyiapkan sejumlah shalter penampungan. Shalter dibuat dengan memanfaatkan sejumlah gedung kantor milik Kemensos di tujuh provinsi terdampak.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa menyebutkan, kelengkapan untuk menyambut para pengungsi telah disediakan. Mulai dari makanan, dapur umum lapangan hingga konselor untuk trauma healing di lokasi. ”Jadi kalau memang diperlukan (mengungsi), infrastruktur, semua sudah siap,” tuturnya saat ditemui usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Polhukam di Jakarta, kemarin (23/10).

Tapi, ada kendala besar dalam penyiapan shalter ini. Yakni penyiapan ruangan agar bisa meminimalisir asap yang masuk ke ruangan.

Menurutnya, untuk menciptakan kondis tersebut diperlukan alat pembersih udara (air purifier). Oleh karenanya, pemerintah memutuskan menggandeng akademisi untuk pemenuhan air purifier ini.

Dalam misi ini, ahli membrane dari Institut Teknologi Bandung (ITB) I Gede Wenten yang diberi mandate untuk memenuhi kebutuhan air purifier. Khofifah menyebut, satu provinsi sekurangnya memerlukan 1.000 air purifier. Sehingga, bila ditotal, pemerintah membutuhkan 7.000 alat pembersih udara. ”Ini untuk dipasang di titik-titik pengungsian yang kita siapkan,” ungkap Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Predisen almarhum Abdurrahman Wahid itu.

Ditemui dalam acara yang sama, I Gede Wenten mengemukakan bila pihaknya bersama sejumlah donator sudah berniat mengirim alat seharga USD 20 atau Rp 272.600 itu. ”Lalu tiba-tiba saya dihubungi pemerintah untuk membicarakan hal ini. Tentu ini hal yang baik,” tuturnya.

Wenten menuturkan, pemerintah meminta dalam jumlah yang cukup banyak. Meski belum ada hitungan pasti, namun Mensos telah menyebut angka untuk kebutuhan shalter pengungsi. Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayanan (Mendikbud) Anies Baswedan juga meminta alat dapat disediakan untuk sekolah-sekolah. ”Ada 187.217 kelas tadi yang disebut oleh Mendikbud. Kami siap saja. Tapi tentu tidak bisa langsung. Minggu depan, kami bisa upayakan sebanyak 10 ribu yang siap,” jelasnya.

Menurutnya, alat ini akan sangat membantu masyarakat di sana. Apalagi, teknologi membran yang diadopsi dalam alat yang bisa menyaring partikel hingga ukuran level molecular. Sehingga mampu menghasilkan udara bersih kembali.

Teknologi membrane ini sendiri sudah familiar digunakan untuk pompa membran miliknya. Pompa membran ini pernah dibawah oleh Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dalam bencana banjir Jakarta 2013. Kala itu masyarakat mengalami darurat air bersih. Dengan menggunakan pompa membran, air banjir yang sangat kotor bisa disaring menjadi air bersih dan digunakan kembali. (dyn/far/mia/owi/rie)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *