Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Operasi Pasar Ricuh
NITA NURDIANI PUTERI/BANDUNG ESKPRES MENGULAR: Ratusan warga mengantre untuk mendapatkan sembako murah saat operasi pasar di Desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat berlangsung ricuh kemarin (12/11).

Operasi Pasar Ricuh

Sudah Antre Lama, malah Kehabisan Sembako

darikita.com, Operasi pasar yang Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koprasi dan UMKM Bandung Barat di Desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta, Bandung Barat berlangsung ricuh kemarin (12/11). Banyak warga yang pingsan akibat berdesak-desakan.

Berdasarkan pantauan Bandung Ekspres, warga mengantre cukup lama. Bukan hanya itu, ratusan warga harus menelan kekecewaan karena kehabisan sembako. Sebagian warga juga memilih pulang karena tak tahan mengentre lama. Seorang warga, Sulastri, 30, memilih kembali pulang lagi dan tidak membeli sembako murah tersebut.

”Memang sih harganya murah, tapi kalau harus ngantre kaya gitu kasihan anak saya,” ucap Sulastri yang membawa anak di lokasi.

Diakui olehnya, harga operasi pasar sangat murah dibandingkan harga dipasaran. Dengan harga Rp 63 ribu, warga bisa membawa pulang 5 kilogram beras, dua liter minyak goreng dan tiga kilogram gula putih. Hal ini jauh lebih murah karena di pasaran bisa mencapai sekitar Rp 100 ribu.

”Hemat 40 persen, tapi kalau membahayakan, saya lebih memilih tidak mengambilnya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, warga yang lainnya, Arti, 26, mengaku telah mengantri sejak pukul 10.30 WIB. Namun hingga pukul 14.30, dirinya tidak kunjung menerima sembako murah tersebut. Bahkan, dia mempertanyakan sistem dari sembako murah tersebut.

”Yang saya tau dari RT hanya diberi dua kupon, tapi sekarang yang enggak bawa kupon juga boleh mengantre,” ucapnya.

Dia mengatakan, masyarakat yang diberi kupon merupakan janda dan para jompo. Harga sembakonya pun setengah harga dari harga pasaran.

”Saya heran banyak masyarakat yang bisa dapat lebih dari satu paket. Kita mengantre di depan, tapi di belakang juga antre. enggak tahu lewat siapa,” katanya.

Ketika dikonfirmasi langsung, Kepala Disperindagkop dan UMKM Bandung Barat Weti Lembanawati menuturkan, pihaknya menyediakan 2500 paket di mana setiap desa menerima 120 paket. ”Di Sindangkerta kan ada 11 desa, kurang lebihnya ada 1320 paket yang diterima se-Kecamatan Sindangkerta,” ucapnya.

Dia menjelaskan, sisanya diperuntukan untuk masyarakat yang datang langsung ke lokasi. Program tersebut merupakan kerjasama dengan Disperindag provinsi dan Bulog Cimahi. Operasi pasar sepanjang tahun 2015 sudah digelar sebanyak 4 kali. Diantaranya, Gununghalu, Cisarua, Cililin dan Sindangkerta. (mg5/fik)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *