Rabu , 20 Januari 2021
Home / Advertorial / OPOP Raih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020

OPOP Raih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020

BANDUNG – Program One Pesantren One Product (OPOP)  mendapatkan penghargaan  Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020 dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2020 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 digelar Kementerian PAN dan RB RI. Penghargaan diserahkan oleh Menteri PANRB Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Jakarta, Rabu (25/11).

Progam OPOP masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020 setelah melalui penjurian, seleksi dan rapat  pleno  Tim Panel Independen KIPP 2020 terhadap 99 Top Inovasi  Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 dan diputuskan Berdasarkan Surat Keputusan Menpan dan RB RI Nomor 192 tahun 2020.

Ridwan Kamil sangat senang dengan penghargaan tersebut dan berharap target 5.000 pesantren untuk program OPOP ini bisa dicapai. Penghargaan ini jangan berpuas diri, Pesantren di Jawa Barat harus terus bangkit dan mendiri secara ekonomi.

Program OPOP launching Gubernur Ridwan Kamil November 2018 sejak awal  dirancang untuk mendorong pesantren di Jabar untuk mandiri secara ekonomi. Pesantren di Jabar memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi. Dari 9.000 pesantren di Jabar, sebagian besar diantara mereka masih memerlukan pendampingan usaha, mulai dari penggalian potensi hingga pemasaran.

Lewat program OPOP, pesantren bukan hanya mengikuti audisi untuk dicari yang terbaik, tapi pesantren juga akan mendapatkan  peningkatan wawasan dan pengetahuan dan  pendampingan usaha. Harapannya,  pesantren yang mengikuti program ini  akan menghasilkan produk-produk yang mampu memiliki nilai tinggi di pasar domestik maupun pasar internasional produk-produk yang dihasilkan akan dicarikan pembelinya oleh Pemprov Jabar atau biasa kita sebut dengan “off taker”.

Dinas KUK juga akan membantu pesantren tersebut untuk membuka pasar bagi produknya. bahkan, akan membantu membukakan jejaring hingga link and match dengan pesantren lain yang memiliki produk berkaitan. Untuk bidang usaha OPOP  meliputi, jasa, fashion, pertanian, makanan dan minuman, kerajinan, peternakan, perdagangan perikanan dan lainnya sesuai minat para calon peserta OPOP.

Sejak awal pendaftaran Program OPOP baik tahun 2019 maupun 2020 dilakukan secara online melalui opop.jabarprov.go.id. Pada tahun 2019 sebanyak   1565 pesantren mendaftar. Lolos  seleksi administrasi sebanyak 1338 pesantren. Seleksi Audisi tahap I (tingkat kecamatan) diikuti sebanyak 1287 pesantren dan lolos audisi Tahap I sebanyak 1.074 pesantren. Audisi Tahap II (tingkat kabupaten) lolos sebanyak 88 pesantren dan Audisi tahap III (tingkat provinsi) lolos sebanyak 10 pesantren. Hadiah  kisaran Rp 25.000.000,- hingga Rp 400.000.000,-

Program OPOP tahun 2020 mengalami penurunan dari target  tahun 2020  yang awalnya 1.000 pesantren menjadi 500 pesantren akibat Pandemi Covid 19. Selain itu, program kegiatan yang sebelumnya banyak dilakukan secara tatap muka langsung menjadi dilakukan secara virtual. Namun ada beberapa tahapan yang sulit dilakukan virtual contoh, proses audisi  serta Pelatihan dan magang  dilakukan secara tatap muka. Kita tetap menerapkan dan memperhatikan protokol kesehatan.

Program OPOP tahun 2020  pendaftaran secara online dan sebanyak 1.058 pesantren. Dari 1058 pesantren  yang mendaftar, lolos seleksi administrasi sebanyak 644 pesantren. Sejak 22 Juli 2020 sebanyak 644 pesantren mulai mengikuti Audisi Tahap I yang dilakukan di 5 wilayah sebanyak 500 pesantren lolos dan berhak mendapatkan hadiah / bantuan usaha serta mengikuti  pendampingan, pelatihan, pemagangan serta  audisi tahap II.

Dari 500 pesantren  lolos mengikuti audisi tahap II sebanyak 356 pesantren.  Penjuarian Audisi tahap II telah selesai pada 25 November 2020. Ada 60 pesantren pemenang yakni kategori scaleup 15 pesantren juara 1, 15 pesantren juara 2 dan 15 pesantren juara 3 serta 15 pesantren kategori scale up.

Adapun hadiah menjadi audisi tahap pertama, juara tingkat kecamatan sebanyak 500 pesantren dengan hadiah startup sebanyak 250 peserta masing-masing Rp 25.000.000,-, scaleup sebanyak 250 peserta masing-masing Rp 35.000.000,-. Audisi tahap kedua, juara tingkat kabupaten/ kota sebanyak 60 pesantren besaran hadiah juara 1 sebanyak 15 pesantren masing-masing Rp 200 juta, juara 2 sebanyak 15 pesantren masing-masing Rp 150 juta, juara 3 sebanyak 15 pesantren masing-masing Rp 100 juta, juara 4 sebanyak 15 pesantren masing-masing Rp 75  juta. Audisi tahap ketiga , juara tingkat provinsi sebanyak 5 pesantren dengan hadiah masing-masing Rp 400 juta.

Juri dalam seleksi audisi ini adalah juri yang kompeten dari kalangan akademisi (diantaranya dari SBM ITB, Unpad, Ikopin, UIN dan universitas lainnya), kalangan pengusaha sukses dan dari kalangan pondok pesantren yang bukan hanya maju dalam bidang pendidikan namun juga sukses dalam berbisnis, seperti Al-Ittifaq Ciwidey, Daarut Tauhid Bandung, Nurul Iman Bogor, Khusnul Khotimah kuningan dan Al-Idrisiyah Tasikmalaya, kalangan praktisi pengusaha sukses di Jawa Barat. (adv/tur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *