Sabtu , 6 Juni 2020
Home / BERITA UTAMA / Paksa Pemudik Putar Balik

Paksa Pemudik Putar Balik

BEKASI – Kegiatan penyekatan dalam Operasi Ketupat 2020 yang dilakukan Polri  di antaranya di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan 16 titik di wilayah hukum Polda Metro Jaya dari pukul 00.00 WIB hingga Jumat (24/4) berhasil menghalau sekitar 3.000 kendaraan pemudik baik di ruas tol maupun di jalur arteri.

“(Total) sekitar 1.400-an lah (kendaraan) yang sudah kami putar balikkan ke rumah lagi, yang jelas-jelas mereka itu adalah mau melaksanakan mudik,” kata Kakorlantas Polri Irjen Istiono di KM 31 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Cikampek, Bekasi, Jumat (24/4) dilansir detikcom.

Menurut Istiono, tindakan polisi dalam rangka mencegah terjadinya arus mudik di pagi dan siang hari berbeda dengan malam hari. Di pagi dan siang hari, mereka harus lebih jeli melihat gerak-gerik kendaraan pemudik dengan kendaraan warga yang memang sehari-hari melintas di jalan tersebut untuk aktivitas kerja.

“Kami harus juga selektif, kami harus juga melihat aktivitas di lapangan harus tetap jalan. Oleh karena itu, langkah-langkah kami, evaluasinya cara bertindak kami di lapangan itu berbeda pada pagi dan malam hari,” jelas Istiono.

Sementara, Wawan Gunawan,24, seorang warga asal Nagreg yang sudah dua tahun merantau di Tangerang memaksakan untuk pulang kampung.

Menurutnya, kepulangannya sebelum diberlakukan larangan mudik oleh pemerintah. Sehingga dia mengambil keputusan untuk pulang ke Nagreg.

“Kegitan saya di Tangerang hanya sebagai guru, karena sekolah diliburkan makanya saya memutuskam untuk pulang kampung, karena di sana nggak punya aktivitas lagi,” ucap Gunawan kepada Jabar Ekspres.

Dirinya mengaku, setelah sampainya ke kampung halaman, pihaknya diarahkan untuk berkoordinasi dengan RT/RW dan desa untuk melakukan laporan dan melalukan isolasi diri.

“Ya betul, saya laporan ke RT/RW dan saya disuruh untuk melakukan karantina diri selama 14 hari di rumah, dan Alhamdulillah tidak ada gejala apapun,” katanya.

Pria yang akrab disapa Bang Tiger itu setuju dengan kebijakan larangan mudik. Namun, kata dia, yang menjadi persoalan terkait biaya sehari-hari dan keperluan lainnya.

“Ibarat kata tidak berpenghasilan namun banyak kebutuhan, sekarang cuma bisa melamun untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,” katanya.

Dirinya juga bercerita bahwa adik kandungnya yang di Bekasi tidak bisa pulang. Sebab, ada instruksi dari Gubernur Jawa barat untuk tidak mudik.

“Kalau menurut saya dalam rangka ikhtiar kehati-hatian dalam hal dan situsi ini, saya setuju demi keselamatan keluarga masing-masing. Sebab, saya juga banyak keluarga yang tidak bisa mudik. Namun dengan kesadaran diri dan kepatuhan keluarganya tidak mudik,” cetusnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar Heri Antasari mengaku, pihaknya saat ini terus mematangan secara teknis dalam merealisasikan kebijakan larangan mudik. Salah satunya, dengan pengawasan di zona merah dan daerah yang ditetapkan sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kendati demikian, kata dia, petugas di pos-pos titik pengecekan akan mengecek warga yang melalui zona tersebut. Sehingga jika ada warga yang terindikasi mudik, akan diberikan edukasi dan meminta pengendara memutar balik kendaraan kembali ke asal.

“Akan ada perubahan posko-posko yang dikaitkan juga dengan pemeriksaan medis, itu juga akan digunakan untuk sebagai pos titik-titik untuk meminta mudik kembali ke tempat asal,” kata Heri.

Dikatakannya, semua angkutan penumpang, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor, menjadi fokus pengawasan Dishub Provinsi Jabar.

“Angkutan umum atau pribadi yang terindikasi mudik akan dihentikan. Kita sudah menyiapkan berbagai posko sebagai titik-titik pengecekan,” katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sudah ada sekitar 350 pemudik dini yang masuk ke Jabar. Berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan, jumlah warga yang akan mudik ke Jabar tetap besar, yakni sekitar 660 ribu pemudik.

“Menurut survei (Kemenhub), yang akan mudik ke Jabar itu sekitar 660 ribu orang. Itu diturunkan dari angka nasional. Angka nasional itu yang sudah melakukan mudik 7 persen. Kemudian yang masih akan memaksakan mudik diperkirakan 24 persen. Yang kita tangani yang sudah mudik, dan yang akan mudik,” paparnya.

Heri menambahkan, larangan mudik akan berhasil diimplementasikan apabila semua pihak, khususnya warga yang berada di daerah tujuan mudik, turun tangan. Menurut Heri, keterlibatan warga amat krusial mewujudkan tujuan dari larangan mudik, yakni mencegah penyebaran COVID-19.

“Untuk warga-warga yang berada di tujuan mudik mohon memahami, memang saudara tidak bisa datang. Dan apabila masih ada yang datang, tolong diberi perhatian. Lapor kepada puskesmas setempat dan pastikan mereka melakukan isolasi mandiri di tempat masing-masing selama 14 hari,” pungkasnya. (mg1/bbs/drx)

Check Also

Pasien Korona Menurun, RSHS Kembali Normal

BANDUNG – Operasional Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali membuka pelayanan terhadap pasien non-COVID-19 atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *