Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Pasar Langsung Respon Positif
ISTIMEWA MEMANTAU: Seorang karyawan Bursa Efek Indonesia (BEI) saat melihat pergerakan harga saham.

Pasar Langsung Respon Positif

ISTIMEWA MEMANTAU: Seorang karyawan Bursa Efek Indonesia (BEI) saat melihat pergerakan harga saham.
ISTIMEWA
MEMANTAU: Seorang karyawan Bursa Efek Indonesia (BEI) saat melihat pergerakan harga saham.

Paket Kebijakan Ekonomi Tahap II Stimulus Pemerintah
darikita.com, JAKARTA – Pelaku pasar tampak antusias menyambut paket kebijakan stimulus pemerintah. Itu terefleksi dari apresiasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai bursa efek indonesia (BEI). Indeks menguat 57 poin atau 1,41 persen ke posisi 4.178 poin.

Dibanding penutupan bursa kawasan regional Asia, Indeks terlihat kuat. Selain sentimen domestik, perlu diwaspadai spekulasi bank sentral Amerika Serikat (The Fed), soal suku bunga acuan. ”Sentimen utama gerak Indeks untuk beberapa hari ke depan masih dipengaruhi spekulasi The Fed,” tegas Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Selama The Fed bilang Satrio, belum menaikkan suku bunga, Indeks bakal mengalami kesulitan untuk bergerak mengikuti sentimen dalam negeri. Mau tidak mau, gerak indeks masih akan didominasi sentimen global. Kebijakan itu diharap mengurangi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masa pelambatan ekonomu kuartal tiga tahun ini.

Kebijakan itu antara lain menarik devisa ekspor ke bank domestik. Fokus pertama memperbaiki daya beli masyarakat dengan menurunkan bahan bakar minyak (BBM), yang tengah digodok kementerian. Selanjutnya, Bank Indonesia (BI) bakal melonggarkan transaksi forward dari sebelumnya USD 1 juta per transaksi menjadi USD 5 juta per transaksi dan menyediakan tenor hedging atas utang valas dari 3-6 bulan menjadi 1 tahun.

”Sasaran paket kedua itu memperkuat rupiah, menambah pasokan devisa dan menjaga ekonomi secara makro, menyediakan lapangan kerja serta memperbaiki daya beli masyarakat,” tambah praktisi pasar modal Ellen May.

Meski begitu bilang Ellen, investor tidak boleh terjebak euporia. Meski stimulus pemerintah tersebut mendongkrak Indeks dan terjadi technical rebound, itu hanya bersifat sementara. Hendaknya sebut Ellen, pemodal tetap mewaspadai sentiment negative dari global. ”Manfaatkan situasi untuk investasi jangka panjang dengan membeli saham-saham berfudamental baik saat terdiskon,” sarannya.

Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp 5,54 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 536 miliar. Sebanyak 110 saham naik, 156 saham turun, 75 saham tidak bergerak, dan 216 saham tidak ditransaksikan. Sementara, delapan sektor menguat, dipimpin sektor konsumsi naik 4,89 persen dan sektor aneka industri menguat 1,86 persen.

Saham sektor konsumsi paling terapresiasi adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 5,56 persen menjadi Rp 42.750, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terangkat 5,26 persen ke posisi Rp 38.000. Pada sektor aneka industri, saham paling menguat adalah PT Astra International Tbk (ASII) melonjak 2,42 persen menjadi Rp 5.300 dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) naik 1,85 persen ke posisi Rp 4.400.

Mayoritas indeks saham Asia terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan indeks Nikkei225 Jepang turun 4,05 persen, indeks Straits Times melemah 0,14 persen, dan indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 2,97 persen. (far/jpnn/fik)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *