Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Pecahkan Rekor Dunia Pembuat Aplikasi Terbanyak
BERSEMANGAT: Sejumlah peserta Hackaton Merdeka 2.0 membuat aplikasi dengan tema “masalah data kependudukan”, di Gedung Menara IDEC Telkom, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Sabtu (24/10). Lomba pembuatan aplikasi teknologi informasi tersebas di Indonesia ini, diikuti sebanyak 1700 peserta dari 28 kota di seluruh Indonesia.

Pecahkan Rekor Dunia Pembuat Aplikasi Terbanyak

darikita.com, Indonesia memiliki banyak bakat dalam menciptakan aplikasi di jejaring sosial. Hal ini dilihat saat pemecahan Rekor Dunia pembuatan aplikasi terbanyak dalam ajang Hackaton Merdeka 2.0 yang melibatkan 1.700 peserta pada 24 Oktober lalu.

Angka itu melampaui jumlah peserta pembuatan software terbanyak yang sebelumnya ditorehkan Amerika Serikat dengan 1.200 peserta di tahun 2012. Cukup membanggakan melihat dari sisi kuantitas. Bandung menjadi bagian dari sejarah itu karena merupakan satu dari 28 kota di Indonesia penyelenggara. Ya, Acara yang digelar Komunitas Code 4Nation ini berlangsung salah satunya di Gedung RDC/IDEC PT Telkom di Gegerkalong.

Membludaknya peserta menunjukkan betapa Indonesia kaya dengan anak-anak muda berprestasi dan peduli terhadap negeri. Mengingat tantangan bagi peserta kali ini adalah membuat software pemecah masalah kependudukan Indonesia.

Bahkan, ada tantangan khusus dari Menkopolhukam Luhut Panjaitan yakni membuat software pendeteksi korban kabut asap. Betapa tidak, bencana nasional itu butuh penanganan segera termasuk dari sisi teknologi.

PR Komunitas Code 4Nation Marina Kusumawardhani mengatakan, software yang memenangkan dari ajang ini nantinya bisa digunakan oleh kementerian atau instansi terkait untuk membantu memecahkan masalah kependudukan di Indonesia.

”Pak Luhut meminta langsung peserta bisa membuat aplikasi pendeteksi korban asap, anak-anak maupun balita yang menjadi korban asap agar bisa segera ditangani. Kementerian berharap aplikasi ini bisa segera diterapkan karena urgent,” kata dia.

Tidak hanya kementerian yang menyampaikan permintaan untuk mendapatkan service dari hasil ajang itu. Perusahaan telekomunikasi plat merah, Telkom pun demikian. Selain memberikan dukungan venue, jaringan, dan pendukung fisik lainnya, Executive General Manager (EGM) PT Telkom Divisi Regional (Divre) Jabar Suparwiyanto menyatakan, pihaknya juga akan merangkul pemenang untuk masuk ke digital valley. ”Telkom akan membantu menawarkan produk pemenang kepada investor,” ujarnya. (rls/fik)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *