Rabu , 13 November 2019
Home / Bandung Barat Ekspres / Pelaku UMKM Harus Mampu Bersaing
RESMI DILEPAS: Bupati Aa Umbara Sutisna saat membuka jalan sehat dalam acara Peringatan Hari Koperasi ke-72 tahun 2019 tingkat KBB di Ngamprah, Minggu (8/9).

Pelaku UMKM Harus Mampu Bersaing

NGAMPRAH– Peringatan Hari Koperasi ke-72 tahun 2019 tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadirkan 130 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM KBB di Lapangan Plaza Mekarsari, Ngamprah, Minggu (8/9).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM KBB, Ade Wahidin menyebutkan, 100 di antaranya pelaku UMKM dari KBB, yang menjadi unggulan Jawa Barat. Sedangkan 30 lainnya masih dalam level pembinaan oleh Pemerintah Kecamatan dan Dinas.

“Kami tampilkan 130 UMKM, untuk menampilkan produk-produk unggulan mereka agar lebih dikenal masyarakat khususnya di KBB. Produk yang ditampilkan, di antaranya kuliner, craf dan fesyen,” kata Ade di sela gelaran, kemarin.

Ade menuturkan, KBB memang memiliki potensi sangat besar di bidang UMKM. Para pelaku UMKM kini terus berlomba-lomba untuk menghasilkan produk yang berdaya saing, agar mampu tembus pasar ekspor.

“Termasuk, saat ini pemasaran produk-produk unggulan UMKM melalui online terus dilakukan. Beberapa produk unggulan khususnya kuliner dan pernak-pernik yang menonjolkan ciri khas KBB, akan kami coba bantu pasarkan,” katanya.

Namun demikian, lanjut dia, untuk kuliner memang masih perlu proses agar bisa tembus ke pasar internasional. Hal tersebut karena bahan yang dikonsumsi, sebagiannya ada masa kadaluwarsanya. Sedangkan untuk ekspor dibutukan makanan yang memang tahan lama.

Selain pameran produk-produk UMKM, pihaknya juga menggelar berbagai kegiatan sosial, yang peruntukkan bagi masyarakat.
“Seperti khitanan massal dan gerak jalan santai. Khitanan massal pesertanya sebanyak 30 orang anak. Kalau gerak jalan sebanyak 400 pengurus koperasi se-KBB,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna meyakini, dari acara tersebut ia semakin yakin bahwa jargon Bandung Barat Sagala Boga Sagala Aya (segala punya segala ada), sudah sangat tepat karena banyaknya produk-produk UMKM.

“Ke depannya, saya akan dorong semua produk UMKM agar masuk ke tempat-tempat pariwisata yang ada di KBB. Kami juga dari pemerintah daerah akan menggandeng PHRI untuk membantu memasarkan produk-produk UMKM,” ujar Aa Umbara.

Menurut Aa Umbara, perekonomian nasional didominasi oleh pelaku UMKM, dan KBB siap untuk memaksimalkan sektor tersebut. “Hadirnya para pelaku UMKM ini harus mampu mendongkrak ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (drx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *