Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Pelaporan Keuangan Harus Gunakan Sistem Akrual
HENDRIK KAPARYADI/BANDUNG ESKPRES ARAHAN: Bupati Bandung Barat Abubakar saat memberikan arahan kepada setiap SKPD untuk mempertajam penyerapan anggaran menjelang akhir tahun di Lembang, kemarin.

Pelaporan Keuangan Harus Gunakan Sistem Akrual

darikita.com, Bupati Kabupaten Bandung Barat Abubakar meminta kepada seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menajamkan kembali penyerapan anggaran menjelang akhir tahun. Selain memaksimalkan penyerapan anggaran, Abubakar juga meminta seluruh SKPD agar menajamkan sistem pelaporan keuangan yang menggunakan sistem akrual (metode akuntansi di mana penerimaan dan pengeluaran diakui atau dicatat ketika transaksi). ”Untuk menajamkan sistem pelaporan keuangan dan penyerapan anggaran ini, kami menggelar bimbingan teknis (bimtek) dengan menghadirkan narasumber dari Biro Keuangan Provinsi Jabar dan Badan Pengawasan Keuangan, dan Pembangunan (BPKP) Jabar,” kata Abubakar usai menghadiri acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah dan Laporan Keuangan Daerah Berbasis Akrual Tahun Anggaran 2015 di Lembang kemarin (12/11).

Dengan menghadirkan para narasumber di bidangnya ini, kata Abubakar, para SKPD dapat diingatkan kembali bagaimana cara pengelolaan keuangan yang baik dan benar sesuai dengan aturan. Pengelolaan keuangan ini, meliputi dari perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan tanggung jawab. ”Itu merupakan proses pengelolaan keuangan. Dari sisi lain, saya mengingatkan agar penyerapan anggaran ini selambat-lambatnya 25 Desember mendatang,” tegasnya.

Diungkapkan Abubakar, hingga bulan November ini, tercatat penyerapan anggaran dari sisi pendapatan terealisasi sebanyak 78 persen dan belanja sudah mencapai 62 persen. Angka ini belum menunjukan angka memuaskan jika dikaitkan dengan waktu yang hanya beberapa pekan lagi menuju akhir tahun.

”Waktunya memang sempit. Makanya, aspek manejerial dari masing-masing SKPD harus lebih baik,” paparnya.

Lebih jauh Abubakar menjelaskan, bilamana masing-masing SKPD sudah melakukan penyerapan dengan baik, maka angka sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) akan semakin berkurang di tahun ini. Mengingat, tahun lalu angka silpa dikisaran Rp200 miliar. ”Sekarang tergantung pada SKPD. Saya hanya memberikan peringatan kepada mereka. Minimal angka silpa diharapkan bisa diefisiensikan,” katanya.

Abubakar tidak menampik, jika penyerapan anggaran yang menjadi sorotan yakni soal infrastruktur mengingat anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan jalan cukup besar. Ia berpandangan, paling tidak hingga saat ini tender-tender sudah rampung dan berfokus pada pekerjaan di lapangan.

”Kita inginkan penyerapan dari infrastruktur juga dapat berjalan maksimal. Kalau pengelolaan keuangan berjalan baik, ujung-ujungnya kita bisa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ,” ungkapnya seraya menyebutkan sebagai pimpinan rasa kekhawatiran tetap ada dengan sisa waktu yang tersisa seperti saat ini.

Sebagai keseriusan dalam melakukan pengelolaan keuangan, lanjut Abubakar, pihaknya saat ini juga melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Bandung Barat guna membahas penajaman penyerapan anggaran tahun ini. ”Sekaligus untuk membahas perencanaan tahun 2016 mendatang ke arah yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Seperti diketahui, salah satu penyerapan anggaran di bidang infrastruktur yang menjadi sorotan saat ini yakni proyek pembangunan jalan Purabaya-Saguling sepanjang 16 km dengan nilai anggaran Rp23,7 miliar. Pasalnya, pekerjaan jalan tersebut hingga saat ini belum tuntas 100 persen. Di sisi lain, waktu hanya tersisa sekitar 1,5 bulan lagi. ”Yang penting saya punya konsultan pengawasan. Saya akan tagih saja kinerja mereka yang tahu di lapangan,” kata Abubakar. (drx/fik)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *