Kamis , 27 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Pemkab Perlu Kendalikan Jumlah Penduduk
Dokumentasi/ Fajri Achmad NF. / Bandung Ekspres KIAN PADAT: Pemandangan Bandung yang padat penduduk dan pembangunan, beberapa waktu lalu. Meningkatnya perkembangan pembangunan membuat lahan pertanian banyak yang beralih fungsi menjadi lahan komersial.

Pemkab Perlu Kendalikan Jumlah Penduduk

Dokumentasi/ Fajri Achmad NF. / Bandung Ekspres KIAN PADAT: Pemandangan Bandung yang padat penduduk dan pembangunan, beberapa waktu lalu. Meningkatnya perkembangan pembangunan membuat lahan pertanian banyak yang beralih fungsi menjadi lahan komersial.
Dokumentasi/ Fajri Achmad NF. / Bandung Ekspres
KIAN PADAT: Pemandangan Bandung yang padat penduduk dan pembangunan, beberapa waktu lalu. Meningkatnya perkembangan pembangunan membuat lahan pertanian banyak yang beralih fungsi menjadi lahan komersial.
Dipandang Sebagai Kawasan Penyangga

darikita.com, NGAMPRAH – Setiap tahun jumlah penduduk di Jawa Barat terus meningkat. Kenaikan jumlah penduduk juga terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Berdasarkan data yang dilansir oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat hampir 1 juta per tahun angka kelahiran di Jawa Barat yang tersebar di berbagai kota/kabupaten.

Untuk itu, Pemkab Bandung Barat perlu mengantisipasi lonjakan jumlah penduduk di wilayahnya. Sebab, diperkirakan beberapa tahun mendatang, arus urbanisasi yang datang ke KBB bakal meningkat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil KBB Wahyu Diguna menuturkan, jumlah penduduk di KBB pada beberapa tahun ke depan akan meningkat. Ini akan terjadi mengingat laju pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia di KBB pun meningkat.
”Ke depan tentu penduduk di Bandung Barat akan semakin meningkat. Apalagi, di Bandung Barat memiliki potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas,” kata Wahyu kepada wartawan di Ngamprah kemarin.

Apalagi, letak geografis KBB, yang menjadi daerah penyangga Kota Bandung, pun tergolong strategis. ”Posisinya juga strategis. Saya optimistis akan ada daya serap ke KBB, baik itu dari sisi industri, pariwisata, dan pertanian,” kata dia.

Di wilayah selatan, dengan adanya perbaikan infrastruktur, kata dia, tentu daya tarik bagi kalangan urban pun akan melonjak. Namun, untuk saat ini, jumlah penduduk yang datang ke KBB ataupun yang keluar dari sana, pun dikatakan seimbang.

”Kalau di kami, itu antara yang pindah dan datang, itu imbang. Malah lebih banyak yang keluar, tapi relatif imbang,” tutur dia.
Di bagian lain, masyarakat juga ada yang beralih ke daerah lain. Kebanyakan, kata dia, yakni karena untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi. Diakuinya, di KBB, baru ada satu perguruan tinggi di kabupaten tersebut.

Untuk itulah, saat ini, pihaknya masih dalam proses untuk menata percepatan layanan di bidang administrasi kependudukan, dan juga mencari cara untuk mengantisipasi datangnya kaum urban bersama dengan SKPD terkait.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Barat Sugilar menuturkan, pengendalian jumlah penduduk di KBB memang perlu dilakukan. Sebab, daerah tersebut riskan terjadi lonjakan jumlah penduduk yang signifikan.
”KBB itu seperti Depok dan Bogor. Wilayah penyangga. Orang-orang yang dari kota pasti banyak yang pindah ke sana (KBB),” ujar dia.
Karena itu, dia meminta kepada Pemkab Bandung Barat untuk mengantisipasi pengendalian jumlah penduduk. Caranya, dengan mempersiapkan infrastruktur sehingga bisa meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di KBB.

”Jangan sampai bertambah penduduk justru menimbulkan angka kemiskinan. Kita ingin tingkat ekonomi dengan jumlah penduduk itu seimbang,” pungkasnya. (drx/rie)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *