Rabu , 20 Januari 2021
Home / bandung raya / Pengrajin Tahu Mogok Masal, Harga Kedelai Impor Terus Melambung

Pengrajin Tahu Mogok Masal, Harga Kedelai Impor Terus Melambung

BANDUNG – Melonjaknya bahan baku membuat tahu dan tempe membuat para pengrajin tahu mengalami kesulitan produksi.

Bahkan, para pedagang dan pengrajin tahu terpaksa melakukan mogok produksi dan jualan. Hal tersebut dilakukan sejak 1 Januari dan berakhir pada 3 Januari 2021.

Salah satu pemilik usaha pembuat Tahu dikawasan sentra industry Cibuntu  H. Kamal mengungkapkan, aksi mogok dilakukan seluruh pengrajin tahu setelah mendapat imbauan dari asosiasi pengrajin tahu.

“Sekarang terakhir tutup paling besok sudah mulai buka lagi. Ada sosialisasi dari koperasi ada dari Jakarta juga, ada himbauan untuk sementara tutup dulu tiga hari dikarenakan harga kedelainya terus melonjak,” ujar Kamal kepada Jabar Ekspres, Senin (3/12).

Menurutnya, sikap mogok produksi ini diharapkan mampu menarik perhatian pemerintah agar mampu mengatasi kenaikan harga kacang kedelai.

Kamal mengatakan, harga kacang kedelai yang masim di impor harganya terus merangkak naik sejak Agustus lalu. Sehingga, pemerintah harus turun tangan untuk mengatur masalah ini.

“Mudah mudahan pemerintah bisa mengatasi kelonjakan harga kedelai, ya kalo bisa ya turun, apalagi sekarang harga tahu kan ga stabil,’’ujar pemilik usaha pembuat tahu dengan merk Salera itu.

Dia mengungkapkan, pada Agustus kedelai impor mulai merangkak naik. Awalnya Rp 7 ribu perkilo. Saat ini sudah mencapai Rp 9.330.

Menurutnya, dalam sehari tempat usahanya bisa memproduksi tahu 4-5 kwintal. Kemudian untuk harga jual tahu per bungkus isi 10 dibandrol Rp 4.500.

’’Itu harga pabrik, mungkin kalau di pasar biasanya dijual Rp 6 ribu an,” ujarnya.

Kamal menambahkan, untuk menyiasati kenaikan harga produksi, pihaknya terpaksa mengurangi ukuran tahu. Hal ini dilakukan agar usahnya tetap berjalan.

“Kalau dinaikan harganya konsumen keberatan padahal saya sebagai pemilik cukup merugi. Ada banyak yang ke pabrik nanya dari konsumen cuman kan bahan bakunya terus naik khususnya kedelai,” ungkapnya.

Berbeda dengan Kamal, salah satu pengrajin  tahu  di Kelurahan Maruyung, Ujungberung, Kota Bandung tetap memproduksi tahu. Namun, untuk memasarkannya dilakukan esok hari.

“Ini baru produksi lagi, sudah mogok dari hari Jumat kemarin karena ada edaran tiga hari libur ke pasar. Tahu yang diproduksi hari ini untuk dijual besok,” tambah Iwan. (Ayu/yan).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Koperasi Produsen Tahu Indonesia (KOPTI) telah mengeluarkan surat bernomor 001/KOPTIA/2019 terkait s kenaikan harga tempe tahu dan ajakan mogok produksi jualan.

Anggota KOPTI Kota Bandung Khususnya dan Pengrajin Tempe & Tahu se-Bandung Raya pada umumnya untuk melakukan mogok produksi atau mogok jualan Tempe Tahu selama tiga hari terhitung sejak tanggal 1-3 Januari 2021.(ayu/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *