Kamis , 22 Oktober 2020
Home / Arena Jabar / Penularan Covid-19 di Cimahi Kembali Meningkat, Opsi PSBM Diperpanjang Kembali Mengemuka

Penularan Covid-19 di Cimahi Kembali Meningkat, Opsi PSBM Diperpanjang Kembali Mengemuka

CIMAHI – Sempat menurun dalam sepekan lalu, jumlah warga Kota Cimahi yang terkonfirmasi positif terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) kembali meningkat akhir September ini. Hanya dalam sehari ada penambahan sebanyak 11 kasus positif Covid-19 dari sejumlah kelurahan.

Melihat tren peningkatan tersebut, bukan tak mungkin penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kota Cimahi bakal diperpanjang. PSBM di Kota Cimahi sendiri akan berakhir dalam beberapa hari ke depan setelah diterapkan dua pekan lalu.

“Iya PSBM kemungkinan besar kalau tren atau grafiknya meningkat kita perpanjang 2 minggu lagi. Tapi mudah-mudahan ngga ada kenaikan lagi,” kata Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna saat ditemui di Kelurahan Cimahi, Jumat (25/9).

PSBM di Kota Cimahi sendiri diterapkan sejak Selasa (15/9). Alasannya saat itu kasus Covid-19 di Cimahi melonjak dengan tajam, hingga Kota Cimahi masuk zona merah penyebaran Covid-19. Namun saat ini statusnya kembali ke oranye.

Selama penerapan PSBM,  pengurus RW  diminta untuk melakukan penguncian wilayah. Ajay menyebut hal itu juga sudah dilakukan meskipun tidak seperti saat Cimahi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Penguncian wilayah diserahkan ke masing-masing RW, karena ada anjuran dari Kemendagri juga, apalagi di kita kan sudah ada RW siaga Covid-19. Sejauh ini berjalan juga untuk penguncian wilayah,” terangnya.

Selama PSBM, jajaran Pemkot Cimahi bersama Polres Cimahi dan Kodim 0609 gencar melakukan razia masker di tempat keramaian. Selain itu, pihaknya terus melakukan edukasi ke masyarakat agar tingkat penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan.

“Kegiatan hari ini kan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Kesadaran itu  bisa dengan sendirinya, bisa karena dipaksa sehingga menjadi kesadaran sendiri,” tuturnya.

Berdasarkan data di Pusat Informasi COVID-19 Cimahi, kasus positif mencapai 302 kasus. Rinciannya 61 orang positif aktif, 234 orang dinyatakan sembuh, dan 7 orang meninggal dunia.

“Untuk penambahan kasus di Cimahi ini sehari kemarin ada 11, melonjak lagi dalam beberapa hari ini,” tambah Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini.

Dari 11 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut berasal dari pelaksanaan swab test masif yang dilakukan. Namun sebagian lagi berasal dari tracing kontak erat kasus positif yang sebelumnya.

“Kalau sumbernya itu ada yang dari swab test yang kita lakukan, terus ada juga dari tracing kontak erat. Bisa dibilang kita panen lagi kasus positif sekarang,” katanya.

Saat ini orang positif COVID-19 tersebut tengah menjalani isolasi, baik isolasi mandiri maupun isolasi di rumah sakit bagi mereka yang menunjukkan gejala klinis. “Ada yang isolasi di rumah dan di rumah sakit. Tergantung kondisinya juga, kalau ada gejala langsung dirujuk untuk isolasi di rumah sakit,” katanya.

Saat ini pihaknya langsung melakukan tracing kontak erat dari orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. “Kita langsung tracing kontak eratnya untuk dilakukan swab test juga. Sekarang masih berjalan tracingnya,” tegasnya. (mg4/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *