Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Persib Berjaya di Ibukota
FOTO:WAHYUDIN/JAWAPOS LUAPKAN KEGEMBIRAAN: Para pemain dan offial Persib meluapkan kebahagian mereka usai berhasil menjadi juara dalam Piala Presidendi stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin (18/10). Tim Maung Bandung menang dengan skor 2-0 atas Sriwijaya FC.

Persib Berjaya di Ibukota

Euforia Bobotoh Menggema di Senayan

darikita.com, – Tren juara Persib Bandung yang didengungkan manajer mereka, Umuh Muhtar diawal turnamen Piala Presiden 2015 terbukti. Dalam final Piala Presiden tadi malam (18/10), mereka menunjukkan gaya juara tersebut dan selanjutnya menjadi kampiun turnamen.

BAWA KE BANDUNG: Ilija Spasojevic dan Makan Konate mencium Piala Presiden setelah menang atas Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin.
BAWA KE BANDUNG: Ilija Spasojevic dan Makan Konate mencium Piala Presiden setelah menang atas Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin.

Maung Bandung -julukan Persib- menggebuk Sriwijaya FC dua gol tanpa balas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kemenangan tersebut teramat penting mengingat perjuangan mereka dan bobotoh, suporter Persib yang harus datang ke Senayan dengan pengawalan ketat pihak keamanan.

Sebagai mantan juara ISL 2014, Persib memang menjadi salah satu unggulan dalam turnamen ini. Terlebih dengan bergabungnya para pemain potensial seperti Zulham Zamrun, Ilija Spasojevic dan pulangnya Dedi Kusnandar ke Bandung. Persib selanjutnya berhak atas hadiah Rp 3 miliar yang sudah disiapkan Mahaka Sports & Entertainemnt selaku promotor event.

Kemenangan Persib ditentukan dua gol pemain pilar mereka Ahmad Jufriyanto saat pertandingan baru berjalan tujuh menit, dan gol Makan Konate (46′) memanfaatkan umpan kapten tim Atep Rizal dari sisi kiri pertahanan SFC.

Permainan SFC yang monoton dengan poros Titus Bonay membuat Persib terlampau mudah mematahkan serangan mereka. Praktis tidak ada banyak variasi serangan yang dijalankan skuat Laskar Wong Kito. Ciri khas counter attack cepat yang dijalankan SFC rupanya sudah dibaca Djadjang Nurdjaman, pelatih Persib.

”Ini membanggaan buat kami karena bermain di stadion kebanggaan dengan dukungan Bobotoh yang susah payah datang ke sini,” terang Djanur dalam konferensi press pasca laga.

Kemenangan yang berbuah gelar buat Persib menjadi spesial buat Djanur. Sebab sudah dua kali dia menjadi juara di SUGBK. Bedanya dulu sebagai pemain, sekarang sebagai pelatih.

Sementara itu, Tibo menjelaskan bahwa dia bersyukur atas apapun capaian yang mereka raih. ”Selain itu semua berjalan lancar dan tidak ada yang cedera serius,” katanya.

Menurutnya, SFC sudah menampilkan permainan yang terbaik tapi memang hasilnya di luar dugaan mereka. Bahkan bicara soal teknis permainan Tibo mengakui baha timnya sudah menjalankan apapun instruksi Benny Dollo.

Di sisi lain, Hartono Ruslan, asisten pelatih SFC memberikan apresiasi besar buat pemainnya. ”Sebab, tanpa perjuangan mereka kami tidak akan bisa sampai final dengan catatan persiapan tim hanya dua minggu,” bebernya

Tetapi SFC cukup berbesar hati. Sebab, mereka mendapatkan tambahan hadiah sebagaifairplay team. Mereka berhak atas tambahan Rp 300 juta yang diberikan pihak Mahaka.

Jalannya pertandingan, Mengawali pertandingan, Persib berani tampil menyerang, sementara Sriwijaya lebih tenang. Peluang pertama didapatkan oleh TA Musafri pada menit ke-4, setelah menerima umpan dari Titus Bonai. Tapi, peluang masih belum menjadi gol dan menyamping.

Persib kemudian membalas tapi Ilija Spasojevic dijatuhkan di depan kotak penalti. Eksekusi tendangan bebas pada menit ke-6 itu berhasil dimaksimalkan Ahmad Jufriyanto setelah sebelumnya deflect. Skor 1-0 untuk Persib.

Setelah gol itu, Sriwijaya FC berusaha bermain lebih menekan. Tapi, pertahanan Persib masih sulit ditembus. Memasuki menit ke-21 Zulham berhasil lolos jebakan offside dan berusaha melepaskan tendangan voli. Tapi, penjaga gawang Sriwijaya Dian Agus mampu menepis bola.

Menit ke-28 Yoo Hyun Koo mendapatkan peluang dari sepakan bebas yang didapat hanya setengah meter dari garis penalti. Sayang, eksekusi Hyun Koo masih melambung di atas mistar gawang.

Menit ke-39, Persib sempat mencetak gol kembali setelah sepakan Atep menembus sisi kiri gawang. Sayang, dia sudah dianggap dalam posisi offside oleh wasit. Setelah peluang itu, semangat Persib semakin terlecut.

Akhirnya, menjelang istirahat babak pertama, Persib menambah gol melalui Makan Konate. Berawal dari crossing Atep yang tak bisa diantisipasi dengan baik oleh Abdoulaye Maiga, bola ke kaki Makan Konate dan langsung disepak. Bola sempat mengenai mistar tapi memantul terkena badan Dian Agus dan bola mengarah lagi ke gawang Sriwijaya FC. Skor 2-0 bertahan sampai turun minum.

Pada babak kedua, Sriwijaya FC mencoba tampil lebih maksimal dan menyerang. Mereka mengambil inisiatif untuk terus menekan dan menguasai bola. Strategi itu berjalan efektif dan mereka sukses mendapatkan sederet peluang.

Tercatat Wildansyah, Syakir Sulaiman, Titus Bonai nyaris mencetak gol. Tapi, performa ciamik penjaga gawang I Made Wirawan membuat serangan Laskar Wing Kito tak bermanfaat. Tak ada gol yang tercipta. Persib yang terus tertekan sempat mendapat peluang bagus dari Zulham Zamrun. Sayang, sepakannya dari jarak sekitar 30 meter masih mampu ditepis dengan baik oleh Dian Agus.

Menit 78, Patrich Wanggai mendapatkan umpan matang di depan gawang. Tapi, sepakannya masih bisa ditangkap dengan lengket oleh Made Wirawan. Spaso nyaris menambah keunggulan Persib, tapi gol tak tercipta. Skor 2-0 akhirnya bertahan sampai laga usai. Persib Juara. (nap/dkk/jpnn)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *