Kamis , 27 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Persib tanpa Lima Amunisi
wahyudin/Jawa Pos dari kiri rudi widodo (manajer Arema cronus), Robert Heri (manajer sriwijaya FC), Umuh Muchtar (manajer persib bandung), dan Suwanto (Direktur Operasional Mitra Kukar) saat drawing semifinal piala presiden di Hotel Century, Jakarta. (29/09/2015). Arema akan bertemu dengan Sriwijaya FC dan Persib bandung akan bertemu dengan Mitra kukar.

Persib tanpa Lima Amunisi

wahyudin/Jawa Pos dari kiri rudi widodo (manajer Arema cronus), Robert Heri (manajer sriwijaya FC), Umuh Muchtar (manajer persib bandung), dan Suwanto (Direktur Operasional Mitra Kukar) saat drawing semifinal piala presiden di Hotel Century, Jakarta. (29/09/2015). Arema akan bertemu dengan Sriwijaya FC dan Persib bandung akan bertemu dengan Mitra kukar.
wahyudin/Jawa Pos
dari kiri rudi widodo (manajer Arema cronus), Robert Heri (manajer sriwijaya FC), Umuh Muchtar (manajer persib bandung), dan Suwanto (Direktur Operasional Mitra Kukar) saat drawing semifinal piala presiden di Hotel Century, Jakarta. (29/09/2015). Arema akan bertemu dengan Sriwijaya FC dan Persib bandung akan bertemu dengan Mitra kukar.

 

Skuat Cadangan Hadapi Mitra Kukar

darikita.com, Bandung – Persib akhirnya berjumpa dengan Mitra Kukar di babak semi final Piala Presiden 2015. Kepastian tersebut diperoleh dari hasil drawing Selasa (29/9) sore di Jakarta.

Dengan hasil tersebut, maka Persib dipastikan lebih dulu bertandang ke markas Mitra Kukar, si Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (4/10) mendatang.

Menanggapi hasil drawing tersebut, Pelatih Djadjang Nurdjaman langsung menginstruksikan anak didiknya untuk bekerja ekstra keras. Sebab, dia menilai lawannya kali ini sebagai tim yang sudah matang.

Kendati menilai lawannya lebih matang, Djanur, panggilannya, tak lantas gentar untuk menghadapi Mitra Kukar di babak semi final nanti. Namun, dia tetap mewaspadai pergerakan para pemain Naga Mekes-julukan Mitra Kukar— yang diprediksinya bakal menyulitkan skuat Persib.

Tercatat beberapa nama pemain seperti Hendra Adi Bayaw dan mantan gelandang Persib Eka Ramdani turut diwaspadai oleh Djanur. Perhatiannya juga tertuju pada tiga personel asing Mitra Kukar. Di antaranya Guy Junior, O.K. Jhon, dan Carlos Raul Scuciati.

”Mitra Kukar tim yang siap. Di sana banyak pemain kualitas. Pemain yang diwaspadai Hendra Bayaw, Eka Ramdani, ada tiga pemain asing bagus,” papar Djanur kepada wartawan, kemarin.

Sebaliknya, dalam leg pertama nanti, Djanur dipastikan tidak bisa menggunakan lima pemainnya yang terkena hukuman kartu. Lantaran pemutihan sendiri telah disepakati hanya akan diberlakukan saat babak final Piala Presiden 2015. Praktis, Vladimir Vujovic, Ilija Spasojevic, Achmad Jufriyanto, Zulham Malik Zamrun, dan Hariono tidak akan diboyong ke Tenggarong.

Meski begitu, Djanur sudah menyiapkan antisipasi guna menyiasati absennya kelima personel andalan Persib tersebut. Dia tetap pede menatap pertandingan, karena banyaknya stok amunisi pemain yang memang menempati posisi asli sebagai penggantinya. Atau penggawa lain sebagai alternatif karena bisa bermain di berbagai posisi.

”Paksakan pemain yang lain. Sebab, tidak ada pemutihan. Antisipasinya kita sudah siapkan pemain lain karena memang tidak jauh berbeda pas proses latihan,” urainya.

Di babak semi final nanti, kesebelasan Maung Bandung hanya dipastikan tanpa diperkuat Muhammad Ridwan yang belum sembuh dari cederanya. ”Hanya ada satu pemain cedera pasti M. Ridwan,” tambahnya.

Manajer Persib Umuh Muchtar menilai pertemuan Persib dengan Mitra Kukar di fase semi final ini sudah cukup ideal. Dia menyatakan, tim berjuluk Maung Bandung sudah siap fisik dan mental berhadapan dengan Naga Mekes. ”Kita sudah sepakat, lawan siapapun kita siap,” ungkap Umuh.

Dia juga sangat menyambut baik upaya Mahaka Sports and Entertainment dalam menciptakan suasana fair play, dengan membiarkan kedua klub yang akan berduel untuk memilih wasitnya sesuai kesepakatan.

”Soal wasit, Mahaka ngasih hak klub untuk milih sepuluh wasit dari 25 wasit yang ada. Mudah-mudahan yang sekarang pilihan kita semua, kita cari yang netral, saya selalu minta selalu netral,” paparnya.

”Paling malu saya, karena dilihat masyarakat Indonesia. Sudah dipilih, harus fair, harus menunjukan kualitas,” tambahnya.

Mengamini ungkapan Djanur, Umuh juga menegaskan kepada para pemain seperti apapun kondisinya, skuat Maung Bandung harus tetap siap menghadapi Mitra Kukar. Sekalipun tanpa diperkuat lima personel andalannya. ”Pemain harus siap. Kita bismillah saja,” cetusnya.

Apabila Persib sampai ke babak final, Umuh tidak keberatan partai puncak diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Namun, jika di final Maung Bandung sampai berjumpa dengan Arema Cronous, dia menyarankan agar pihak promotor mencari stadion lainnya.

Menurut Umuh, tidak bisa dipungkiri apabila pertemuan kedua suporter antara Persib dan Arema selama ini selalu memanas. Dengan alasan tersebut, sebisa mungkin pertandingan final harus bisa digelar di tempat netral. Sebab, sudah sulit ditolak lagi kedekatan Aremania dan The Jakmania, yang kerap bentrok dengan Bobotoh, bakal menyulut pertikaian.

”Kami optimitisis di GBK tidak ada masalah, aman lancar. Tapi, kalau Persib (masuk final) jangan sampai pas dengan Arema dan tetap di GBK. Masalahnya pasti akan besar, tidak akan kondusif. Lebih baik di luar Jakarta, tapi kalau dijamin, kita pasrah saja. Kalau bisa kita minta cari yang netral,” tandansya. (kha/hen)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *