Selasa , 29 September 2020
Home / BERITA UTAMA / PSBB Jilid Dua Bikin Pengusaha Pariwisata Ketar-Ketir

PSBB Jilid Dua Bikin Pengusaha Pariwisata Ketar-Ketir

BANDUNG – Pengusaha pariwisata bereaksi dan mulai ketar-ketir dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mulai Senin 14 September 2020.

Keputusan menerapkan PSBB diyakini bakal berdampak kepada tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pasalnya hampir sebagian besar wisatawan yang datang ke Lembang dan sekitarnya berasal dari Jakarta.

“Pasti bakal berdampak besar dengan kebijakan PSBB di Jakarta. Kita lihat, sejak Kamis, 10 September 2020 lalu, wisatawan yang datang langsung turun sekitar 40 persen,” kata Owner Terminal Wisata Grafika Cikole, Eko Supriyanto, Minggu (13/9).

Menurutnya, kekhawatiran akan terjadinya penurunan sangat berasalan mengingat sebagian besar wisatawan yang ke Bandung Barat berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Selama masa pandemi Covid-19, pada hari kerja wisatawan yang berkunjung ke Terminal Wisata Grafika Cikole rata-rata 200 orang per hari. Dalam keadaan normal tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata yang berlokasi tak jauh dari Gunung Tangkubaparahu ini rata-rata sebanyak 1.000 orang per hari, sementara akhir pekan bisa mencapai 4.000-5.000 orang.

“Sebetulnya di tengah AKB )adapatasi kebiasaan baru) yang dijalani sekarang saja kunjungan masih belum normal. Apalagi memang jika di Jakarta diterapkan PSBB. Orang enggan datang ke sini,” katanya.

Dirinya berharap dan berdoa, kondisi bisa kembali pulih seperti sedia kala. Dimana roda perekonomian kembali berputar membuat orang dapat bangkit dari keterpurukan.

Seperti diketahui, seluruh objek wisata di Kabupaten Bandung Barat baru beroperasi kembali sejak 13 Juni 2020.  Setelah hampir tiga bulan ditutup akibat pandemi Covid-19.

Owner The Great Asia Africa Perry Tristianto mengungkapkan, meski objek wisata sudah kembali dibuka namun antara pemasukan dengan pengeluaran masih tidak seimbang. Akibatnya belum mampu menutup biaya operasional. Imbaunya belum semua karyawan dipekerjakan kembali.

“Baru 120 karyawan yang sudah dipekerjakan. Kami pun menerapkan hari kerja bergiliran mengingat masih sepinya tingkat kunjungan. Pada hari biasa wisatawan yang berkunjung rata-rata hanya 300-400 orang perhari. Sangat jauh dibandingkan sebelum terjadi pandemi Covid-19,” katanya belum lama ini.

Terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi menilai diberlakukannya kembali penerapan PSBB) di Jakarta mulai Senin (14/9), akan berdampak sangat besar terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

Hal tersebut, berkaca pada grafik kondisi ekonomi di triwulan kedua yaitu, April-Juni, di mana pemberlakuan PSBB yang sedikit ketat di Jakarta, memberikan dampak paling besar pada usaha jasa transportasi secara nasional hingga minus 30 persen. Sedangkan, grafik penurunannya di Jawa Barat mencapai minus 18,19 persen.

“Selama triwulan kedua di masa pandemi saja, sektor usaha jasa transportasi dan pergudangan menjadi sektor yang terimbas paling besar di banding sektor lainnya akibat penerapan PSBB sebelumnya, maka kondisi ini diprediksi akan kembali berulang begitu kebijakan pemberlakuan PSBB dengan tingkat pengetatan yang lebih tinggi jadi diterapkan,” ujarnya.

Acuviarta menuturkan, berdasarkan data terbaru Juli 2020, sektor usaha jasa transportasi yang tidak terlalu terimbas dari penerapan PSBB sebelumnya yaitu, pengiriman barang atau logistik melalui jalur Kereta Api.

“Meski memiliki imbas dari penerapan PSBB, tapi pada intinya dampak yang akan ditimbulkan berkorelasi dengan seberapa jauh ketegasan pemerintah dalam pengawasan penerapan protokol kesehatan di seluruh lapisan masyarakat dan sektor usaha. Karena, bila pengawasan tersebut dilakukan secara maksimal, maka dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir,” ucapnya.

Acuviarta pun memprediksi, selain sektor usaha jasa transportasi, tetapi juga sektor usaha jasa di bidang lainnya di Jawa Barat pun akan mengalami dampak besar dari penerapan PSBB Jakarta pekan depan, seperti halnya, jasa akomodasi perhotelan dan restoran.

Hal itu disebabkan sektor jasa berkaitan atau sangat bergantung pada mobilitas individu dan rumah tangga, serta aktivitas dari sektor usaha lainnya. “Mengapa sektor jasa di bidang perhotelan dan restoran di Jabar bisa terdampak PSBB di Jakarta, karena biasanya orang atau wisatawan dari Jakarta saat berkunjung ke Jabar khususnya ke Kota Bandung sudah dipastikan atau otomatis akan mengakses kedua layanan di kedua sektor tersebut,” paparnya.

Dengan kondisi tersebut, maka hal yang dapat dilakukan guna meminimalisir dampak reduksi ekonomi dari penerapan PSBB yaitu, optimalisasi penerapan protokol kesehatan yang berimplikasi pada terjadinya kondisi kasus positif Covid-19.

Bahkan menurutnya, alasan ibukota kembali menerapkan PSBB, karena DKI Jakarta menjadi kota yang berkontribusi hingga 30 persen dari pertumbuhan kasus positif covid-19 secara nasional.

“Maka solusinya kembali pada kepatuhan dan kedisiplinan seluruh lapisan masyarakat terhadap protokol kesehatan pemerintah. Karena dari berbagai kasus di daerah di Kalimantan atau Sulawesi yang relatif jauh dari Jakarta, tingkat pertumbuhan positif covid-19 sudah cukup tinggi, apalagi kita di Jawa Barat bahkan Kota Bandung yang kini cukup diakses hanya 2-3 jam melalui jalur darat, potensi inilah yang harus dapat di antisipasi bersama,” katanya.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2020 tentang PSBB versi ketat mulai 14 September 2020.

“Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 ditetapkan hari ini, 13 September, tentang perubahan Peraturan Gubernur Nomor 33,” ujar Anies dalam konferensi persnya di Balai Kota, Minggu (13/9/2020).

Anies mengatakan pergub ini nantinya akan menjadi salah satu landasan dalam penerapan PSBB. Anies menuturkan pengelolaan PSBB di Jakarta diatur dalam tiga pergub.

Anies lalu memaparkan sejumlah poin di pergub ini. Dia menegaskan PSBB yang lebih ketat daripada PSBB transisi ini berlaku mulai besok. “Pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta yang akan mulai dilaksanakan 14 September,” kata Anies. (mg6/bbs/drx)

Check Also

Targetkan Pariwisata go Internasional

NGAMPRAH– Kabupaten Bandung Barat menargetkan agar sejumlah pariwisata bisa go Internasional melalui program e-tourism. Salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *