Rabu , 22 Mei 2019
Home / BERITA UTAMA / Rancang Strategi Mudik Lebaran
DOKUMENTASI JABAR EKSPRES MACET PANJANG: Kendaraan terjebak macet saat menuju pintu keluar tol Cileunyi, disebabkan banyaknya yang akan menghabiskan liburan akhir pekan ke daerah timur.

Rancang Strategi Mudik Lebaran

BANDUNG – Meski mudik lebaran masih lama, memasuki hari pertama puasa, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat langsung bergerak cepat dengan merancang persiapan mudik Lebaran 2019.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, walaupun baru hari pertama puasa tapi yang dibahas persiapan mudik seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, pasar tumpah, serta risiko lainnya yang dapat mengganggu aktivitas mudik.

Ikut dibahas berbagai zona wilayah Jabar dengan karakteristik kemacetannya.

’’Salah satu zona yang diwaspadai tahun ini zona Bekasi khususnya ruas Tol Jakarta – Cikampek.

Saat ini di Tol Cikampek terdapat tiga aktivitas kon­struksi skala besar, yakni proyek Kereta Api Cepat Ja­karta -Bandung, Light Rail Transit (LRT), dan Tol Layang (Elevated),’’kata pria yang akrab disapa Emil kepada wartawan di Gedung Sate kemarin. (6/5).

Dia menilai, keberadaan tiga proyek ini dikhawatirkan dapat menghambat arus mu­dik dengan menjadi biang kemacetan. Sehingga, untuk mengantisipasinya Pemprov akan segera melakukan ko­ordinasi dengan pihak ter­kait.

”Besok Pak Menteri Perhu­bungan kemungkinan ke Bandung merapatkan mudik,”kata dia.

Selain itu, permasalhan lain­nya yang kerap terjadi adalah pembayaran tol non tunai tidak sepenuhnya menghi­langkan antrean di loket dan kemacetan di sekitar gerbang. Ini yang harus diantisipasi. Sehingga, dia menginstruk­sikan perangkat daerah khu­susnya Dinas Perhubungan dan Jasa Marga agar men­cari solusi ampuh agar ma­salah tidak terulang lagi.

Dalam rapat tersebut, salah satu yang menjadi perhatian serius adalah masih adanya rawan kecelakaan di Tol Ci­pali. Sebab, selama kebera­daan tol tersebut sudah ba­nyak sekali memakan korban jiwa. Hal ini, kemungkinan besar karena tipe jalan terus lurus dengan permukaan ja­lan bergelombang.

”Sehingga kalau orang ng­antuk, atau sudah kelamaan, dan lain sebagainya, ya rawan,’’kata dia.

Untuk mengantisipasinya adalah dengan membangun banyak rest area yang saat ini belum mencukupi dan me­madai.

Selain itu, Pemdaprov Jabar juga akan berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan swasta melalui dana CSR un­tuk mengadakan program mudik gratis. Hal ini menjadi Pertimbangan sebab masy­arakat beberapa kota di Jabar menjadi tujuan rantau, oto­matis akan banyak pendatang yang perlu dibantu untuk pulang ke kampung halaman.

Emil menuturkan, aktivitas mudik di Jabar tahun ini akan lebih lancar. Hal ini karena Tol Trans -Jawa Utara sudah beroperasi penuh. Sehingga diperkirakan kendaraan akan lebih terdistribusi dan arus menjadi lebih lancar.

Namun, untuk wilayah Jabar yang akan menjadi fokus ada­lah wilayah Priangan timur. Mulai dari jalur Nagreg, Ka­bupaten Bandung, hingga Jalur Gentong, dan beberapa titik langganan macet, akan kita berikan perhatian.

Untuk itu, sebagai langkah program jangka panjang, dia bertekad mempercepat proy­ek LRT Tegalluar -Stasiun Bandung, yang jadi moda penghubung Kereta Api Cepat Jakarta -Bandung.

Laporan terakhir yang dite­rima Gubernur, bulan Juni 2021 diharapkan proyek dapat selesai. Setelah trase pertama Tegalluar-Stasiun Bandung rampung, akan disusul dela­pan trase LRT Bandung Raya.

”Yang pasti nanti kami izin ke Pak Menteri, nantinya sta­siun Cimekar akan kita pindah ditarik sedikit ke dekat Masjid Al -Jabbar Gedebage. Jadi orang nanti bisa ke masjid, keluar kereta jalan kaki ke masjid yang ada danaunya,” kata Emil.

Kemudian, untuk reakti­vasi jalur kereta api, per­kembangannya Jalur Cibatu-Garut sudah akan selesai tahun ini. Jadi tinggal Jatinang­or, Banjar -Pangandaran.

”Dan yang paling menantang adalah jalur Bandung -Ciwi­dey. Kalau lihat dari hasil survei memang ada pabrik, ada rumah, ada macam -ma­cam yang mangambil jakur eksisting. Sehingga ada ren­cana pembebasan atau ele­vated sedang dibahas,” tan­dasnya.

Sementara itu berdasarkan data dari Polda Jabar sepan­jang 2018 ini sebanyak 3.345 nyawa manusia melayang akibat laka lantas.

Bahkan jumlah laka lantas kendaraan bermotor di Jabar mencapai 6.914 kejadian.

Meski dikatakan menurun dibandingkan dengan 2017. Pada tahun lalu, jumlah kor­ban meninggal dunia men­capai 3.927 orang.

Sementara itu, untuk mem­perlacar mudi lebaran tahun ini, Pemerintah pusat me­nyiapkan dua konsep yaitu jalur satu arah (oneway) atau penerapan ganjil genap di tol.

Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi mengatakan, mudik lebaran 2019 harus berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk itu kami (Pemerintah Pusat, red) bersama-sama Pemerin­tah Daerah, Polri, Polda dan instansi terkait lainnya telah menyiapkan dua konsep ma­najemen lalu lintas.

Budi mengatakan, jalan tol yang sudah menyambungkan dari Jakarta hingga Surabaya dipastikan akan menarik mi­nat masyarakat untuk meng­gunakan kendaraan pribadi.

Sehingga, perlu dilakukan manajemen lalu lintas agar tidak ada kepadatan.

“Nanti akan kita finalkan manajemen lalu lintas apa yang akan diterapkan dan saya yakin Kakorlantas dapat men­jalankan dengan baik,” ujarnya.

Menhub menjelaskan, kon­sep satu arah dan ganjil genap itu disiapkan tidak lain tuju­annya adalah agar mudik yang dijalani oleh masyarakat bisa nyaman dan lancar.

Selain ada kebijakan se­perti pemindahan gerbang tol Cikarang, tetapi dengan ekspektasi masyarakat yang tinggi untuk mencoba jalan tol, menurut Budi, perlu di­antisipasi langkah-langkah lain seperti penerapan ganjil-genap.

“Jadi saya juga minta peng­ertian masyarakat bahwa keputusan kita ini bukan karena kita ingin aneh-aneh, kita lakukan ini semua karena justru agar masy­arakat dapat mudik dengan nyaman dan lancar,” ung­kap Budi. (yan/fin)

HASIL SURVEI ANGKUTAN LEBARAN TAHUN 2019 BADAN LITBANG PERHUBUNGAN

TOTAL JUMLAH PEMUDIK DARI JABODETABEK SEBANYAK 14,9 JUTA

TUJUAN TIGA PROVINSI TUJUAN MUDIK TERBESAR

  • JAWA TENGAH sebanyak 5,6 juta atau 37,68 persen
  • JAWA BARAT 3,7 juta lebih atau 24,89 persen.
  • JAWA TIMUR 1,6 juta lebih atau 11,14 persen.

TUJUAN KOTA TEBANYAK PEMUDIK DI JAWA TENGAH

  • Surakarta sebanyak 642 ribu
  • Semarang 563 ribu
  • Tegal 354 ribu

Check Also

BPK Mulai Periksa OPD

BANDUNG – Pemeriksaan oleh BPK RI untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat dilakukan lebih awal. Sebab, sebelum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *