Kamis , 27 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Simbol Perlawanan Catalan Mulai Meredup
Istimewa PUKULAN TELAK: Barcelona harus mengakui keunggulan Celta de Vigo saat keduanya bentrok di Estadio Balaidos dini hari kemarin (24/9).

Simbol Perlawanan Catalan Mulai Meredup

Istimewa  PUKULAN TELAK: Barcelona harus mengakui keunggulan Celta de Vigo saat keduanya bentrok di Estadio Balaidos dini hari kemarin (24/9).
Istimewa
PUKULAN TELAK: Barcelona harus mengakui keunggulan Celta de Vigo saat keduanya bentrok di Estadio Balaidos dini hari kemarin (24/9).
Celta de Vigo 4 vs 1 Barcelona

 darikita.com, VIGO – Barcelona adalah klub dengan permainan sepakbola yang menjadi impian bagi semua tim di musim lalu. Sesuai dengan karakter perlawanan Catalan yang diembannya, mereka cepat, agresif, menawan, serta dihuni oleh para maestro sepakbola.

Namun, pelatih Barcelona Luis Enrique berkali-kali menutup tangannya di mulut serta menghela nafas ketika melihat papan skor di Estadio Balaidos dini hari kemarin (24/9). Betapa tidak, dirinya begitu frustrasi menyaksikan anak asuhnya tak berdaya di kandang Celta Vigo manakala kalah dengan skor sangat mencolok 1-4.

Enrique begitu tak percaya kekalahan ini bisa terjadi di masa jabatannya sebagai entrenador. Sebab, hasil ini merupakan kekalahan terbesar pertama yang diderita oleh El Barca sejak terakhir kali mereka kalah di La Liga pada musim 2007-2008 atau disaat mereka kalah dari dua tim Madrid, Real (1-4), dan Atletico (2-4).

”Hari ini (kemarin) kami melihat kualitas yang dipunyai oleh Celta,” ujar Enrique dalam konferensi pers selepas pertandingan seperti dilansir AS. ”Mereka bermain sangat kompleks. Mereka menampilkan strategi yang efektif serta mampu membuat peluang satu lawan satu,” imbuh entrenador 45 tahun tersebut.

Sangat kontras ketika melihat musim lalu dimana Barcelona adalah superpower di Eropa ketika meraih treble winner. Gelar La Liga dikunci dengan hanya kebobolan 21 gol selama 38 pertandingan. Di final Copa del Rey dan Liga Champions mereka menang meyakinkan 3-1 masing-masing dari Athletic Bilbao dan Juventus.

Namun, lihatlah musim ini. pertahanan Barcelona begitu rapuh. Hingga jornada kelima yang sudah bergulir, mereka sudah kebobolan enam gol. Bandingkan dengan musim lalu dimana Andres Iniesta begitu kokoh di lima laga awal tanpa kemasukan satu bola pun.

Diluar faktor masih labilnya performa Marc-Andre Ter Stegen, konsistensi lini belakang juga patut menjadi sorotan dalam laga kemarin. Sebab, karena hal tersebut, Barcelona layaknya tim amatir yang baru saja bermain sepakbola dalam beberapa bulan.

Total dalam sembilan laga resmi yang telah dijalani, Enrique tercatat sudah melakukan tujuh kali perubahan di kuartet pertahanan Barcelona. Paling banyak terjadi di duet bek tengah dimana terjadi hingga lima kali perombakan.

Masih coba-cobanya Enrique dalam membentuk chemistry membuat komunikasi dan koordinasi yang dijalankan oleh para bek tidak maksimal. Imbasnya, mereka sering melakukan kesalahan yang tidak perlu.

Seperti yang terjadi kala gol kedua Celta yang dicetak oleh Iago Aspas di menit 30 tidak akan terjadi jika saja Gerard Pique tidak terlalu rendah dalam melakukan clearance yang membuat Nolito bisa dengan mudah melakukan umpan sundulan kepada Aspas yang sudah berdiri bebas tanpa penjagaan.

Selain banyak kesalahan akibat miskomunikasi dari barisan bek tengah, kehilangan Jordi Alba dan Rafinha Alcantara akibat cedera yang membuat Enrique menggeser Jeremy Mathieu memberikan efek buruk berganda bagi penghuni Camp Nou itu.

Mathieu yang berspesialisasi sebagai bek sentral jelas tidak memiliki kecepatan yang mendukung untuk melakukan overlap baik ketika menyerang maupun bertahan. Statistik WhoScored pun memaparkan bahwa sisi kiri menjadi yang lemah dalam membantu penyerangan dengan hanya membukukan 26 persen.

Kembali lagi karena tidak memiliki kecepatan, Mathieu pun menjadi bulan-bulanan bek serta winger kanan Celta, Hugo Mallo serta Fabian Orellana. Tiga dari empat gol Os Celticos, julukan Celta, terjadi lewat skema serangan dari sektor kiri pertahanan Blaugrana, sebutan lain Barcelona.

”Setelah hasil ini, semua tim sangat terpukul,” sesal gelandang Barcelona Sergio Busquets seperti dilansir Goal. ”Sangat sulit mendapati kenyataan bahwa kami bisa kalah sebegitu besar dari yang layak kami terima,” lanjutnya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Javier Mascherano. Pilar timnas Argentina itu menyebut bahwa hasil ini begitu memalukan hingga dirinya dan rekan setimnya merasa harus menggantung kepala mereka karena tidak kuat menanggung malu.

”Mereka lebih baik dari kami. Tidak hanya dari hasil, namun juga dari segi permainan,” tutur Mascherano seperti dilansir Daily Mirror. ”Celta begitu seimbang di semua lini sehingga mereka layak menang,” paparnya.

Rasa penyesalan bertubi-tubi yang dilayangkan oleh anak buahnya toh tak membuat Enrique ikutan was-was. ”Aku malah senang kami bisa kalah dengan skor setelak ini (1-4),” katanya kalem seperti dilansir AS. ”Jarang kami bisa kalah sebanyak ini. Hal ini menyadarkan kami seperti apa kualitas liga ini,” tambah eks pelatih Roma tersebut.

Disisi lain, kemenangan telak Celta dari Barcelona membuat mereka kini naik ke peringkat ke peringka kedua klasemen sementara dengan hanya kalah selisih gol dari Real Madrid. Namun, Opta mencatat bahwa Celta tak terkalahkan dalam total lima kandang sepanjang 2015 di Balaidos dengan statistik tiga kemenangan dan dua hasil seri.

Entrenador Eduardo Barizzo tentu saja bangga karena bisa mempecundangi tim yang disebut-sebut terbaik di muka bumi ini. ”Kami memenangkan pertandingan hebat melawan tim yang hebat pula,” puji Barizzo seperti dilansir Sky Sports. ”Hari ini (kemarin), pemain dan fans-lah pemenangnya. Mereka menyuguhkan atmosfer serta laga yang spektakuler,” tandas pelatih Argentina tersebut. (apu/asp)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *