Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Status Izin Tebing Keraton Dibekukan
Ilustrasi/istimewa BERMASALAH: Kendati berada di wilayah Ir H Djuanda (Kota Bandung), namun dari sisi administrasi wilayah kawasan Tebing Keraton tersebut merupakan milik Kabupaten Bandung.

Status Izin Tebing Keraton Dibekukan

Ilustrasi/istimewa BERMASALAH: Kendati berada di wilayah Ir H Djuanda (Kota Bandung), namun dari sisi administrasi wilayah kawasan Tebing Keraton tersebut merupakan milik Kabupaten Bandung.
Ilustrasi/istimewa
BERMASALAH: Kendati berada di wilayah Ir H Djuanda (Kota Bandung), namun dari sisi administrasi wilayah kawasan Tebing Keraton tersebut merupakan milik Kabupaten Bandung.

darikita.com, CIMENYAN – Meski termasuk ke dalam kawasan wisata Tebing Keraton Taman Hutan Raya Ir H. Djuanda, namun keberadaan lokasi wisata baru ini masuk ke wilayah Kabupaten Bandung. Pasalnya secara geografis, lokasi wisata Tebing Keraton berada di desa Ciburial kecamatan Cimenyan.

Lokasi wisata yang mulai banyak diburu ini untuk sementara bakal ditutup pengelola dengan diterbitkannya surat keputusan Balai Pengelolaan Tahura Ir H.Djuanda dengan nomor 522.82/9/Kpts/BPTHR. Dalam rilis surat itu tertera Tebing Keraton akan ditutup mulai 1-31 Oktober mendatang.

Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Imam Soetanto mengatakan, surat penutupan itu sudah diedarkan kepada masyarakat sejak akhir September lalu. ”Karena memang perlu penataan agar lebih cantik dan menarik minta kunjungan ke lokasi ini,” terangnya.

Dia pun meminta pemerintah Kabupaten Bandung memperhatikan lokasi wisata baru Tebing Keraton. Hal itu dibuktikan dengan surat permohonan bantuan kepada Pemkab Bandung melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Bandung.

Kepala Dispopar Ahmad Johara mengatakan, surat itu telah diterimanya dari kades Ciburial untuk permohonan bantuan pengembangan wisata alam Tebing Keraton sejak Agustus lalu.

”Sebab lokasi wisata alam ini sangat bagus, sehingga perlu penanganan serius dari pemkab Bandung. Untuk itu kami pun langsung melakukan survei lokasi agar lebih tahu dari dekat. Dengan begitu kami dapat merencanakan dengan matang bantuan yang nanti akan dialokasikan Dispopar,” terangnya kepada wartawan.

Tebing Keraton, kata dia, memiliki pemandangan spektakuler jika dilihat dari ketinggian. Hutan yang lebat dengan pepohonan yang hijau, membuat para pengunjungnya tertarik untuk datang ke lokasi itu. Bahkan, sejumlah pengunjung yang kebanyakan dari kalangan anak mahasiswa ini memanfaatkan momen untuk selfie.

Dia mengatakan, Tebing Keraton belum setenar Dago Pakar atau Bukit Bintang tempat melihat lampu kota dari ketinggian. Tapi apa yang disuguhkan Tebing Keraton bukan gemerlap Bandung di saat malam, melainkan hamparan hutan dan dirasakan di antara kabut tebal.

”Selain pemandangan yang indah, Tebing Keraton pun memiliki suasana udara yang masih segar dan sehat. Ketika kita berada di Kota Bandung merasakan udara polusi yang tidak enak, namun setelah sampai di Tebing Keraton suasana udara bersih dan segar pun dapat dirasakan, karena hutan yang lebat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Bandung H Dodi Abdurahman mengatakan lokasi wisata alam Tebing keraton atau lokasi wisata alam lainnya memang perlu penanganan serius Pemkab Bandung.

“Bahkan kami sudah menyosialisasikan kepada masyarakat pariwisata bahwa setiap lokasi wisata itu harus dilengkapi dengan wisata agronya. Tidak hanya sekadar wisata alamnya saja. Di Desa Ciburial juga demikian, saking banyaknya lokasi wisata alam, kompepar tergerak hatinya untuk terus melakukan upaya pengembangan itu hingga ke seluruh wisayah lokasi wisata di kabupaten Bandung,” paparnya.

Diakuinya, seluruh kompepar yang tersebar di seluruh kecamatan se-kabupaten Bandung telah dimintai kinerja terbaiknya. Sebagai masyarakat pariwisata yang diakui pemkab Bandung, kompepar harus selalu di depan. (gun/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *