Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Sumpah Pemuda Bukan Sekedar Seremonial
YAYAN AGUSTIAN/BANDUNG EKSPRES KOMPAK: Ketua KNPI Jawa Barat Saca Suhendi (kedua kiri) bersama para tokoh budaya dan putera Keraton Surakarta foto bersama kemarin (28/10).

Sumpah Pemuda Bukan Sekedar Seremonial

Harus Tanamkan Kembali Spirit Nasionalisme

darikita.com, – Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tahun jangan hanya dijadikan sebagai memperingati kenangan atas perjuangan kaum muda pada masa kemerdekaan. Namun peringatan ini harus selalu dijadikan bahan renungan sebagai inspirasi bagi kaum muda untuk mengisi pembangunan.

YAYAN AGUSTIAN/BANDUNG EKSPRES KEMBALIKAN KEJAYAAN: Ketua KNPI Jabar Saca Suhendi bersama Kasultanan Surakarta secara simbolis ingin mengembalikan kejayaan pemuda.
YAYAN AGUSTIAN/BANDUNG EKSPRES
KEMBALIKAN KEJAYAAN: Ketua KNPI Jabar Saca Suhendi bersama Kasultanan Surakarta secara simbolis ingin mengembalikan kejayaan pemuda.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jabar Saca Suhendi menilai pemuda saat ini dihadapkan dengan tantangan cukup berat. Terlebih situasi dan kondisi bangsa ini selalu saja memiliki dinamika. Bahkan pengaruh arus Informasi juga menyumbang peranan dalam mempengaruhi pola pikir kaum muda.

”Kendali bangsa ini lebih menekankan pada sisi kekuasaan dan politik praktis jangka pendek dan ini diyakini telh menyeret generasi muda baik langsung maupun tidak langsung,” jelas Saca ketika ditemui dalam diskusi kepemudaan di Gedung Sate kemarin (28/10).

”Untuk itu kita butuh komitmen bersama untuk membangun kembali pemuda ke dalam ideologi bangsa ini karena pemuda merupakan generasi penerus bangsa,” imbuh dia.

Dia menilai, spirit nasionalisme harus ada diri pemuda seperti masa pemuda dulu dalam memperjuangkan kemerdekaan, namun menumbuhkan semangat bagi kaum muda di masa sekarang harus membutuhkan pola pikir yang sama.

Pembinaan dan bimbingan terhadap kaum muda baik melalui institusi formal dan non formal harus terus ditekankan kepada generasi muda, mulai sejak dini agar kelak menciptakan pemuda yang berkualitas.

Selain itu, dengan mencintai negara dan budayanya akan menciptakan pemuda dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Sebab saat ini, penjajahan dalam arti sebenarnya sudah tidak ada lagi. ”Kita sekarang dihadapkan dengan penjajahan ekonomi, penjajahan budaya, dan penjajahan lingkungan, ini yang harus dilenyapkan di negara kita tercinta,” cetus Saca.

Untuk mewujudkan ini, lanjut dia, pemuda harus mengenal sejarah dan purwadaksinya dengan mengenal sejarah masa lalu atas perjuangan kaum muda dahulu sehingga mempunyai satu pemikiran. Selain itu, perlu sosok-sosok pemuda yang memiliki visi ke depan dengan kreativitas, mau berusaha dan mandiri. ”Sosok pemuda ini akan menjadi pelopor untuk mengajak pemuda lainnya. Nah kalau di setiap daerah di Jawa Barat ada pemuda seperti ini bukan tidak mungkin kebangkitan kaum muda bisa terjadi kembali,” tandas Saca. (adv/yan/fik)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *