Senin , 19 Agustus 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Surat Suara Tercoblos Bikin Gempar
SIAP MENANGKAN: Ribuan Masa pendukung Capres 01 Joko Widodo menghadiiri kampanye terbuka di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Surat Suara Tercoblos Bikin Gempar

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyelidiki keaslian surat suara di Malaysia yang diduga sudah tercoblos, baik untuk pemilihan presiden dan calon anggota legislatif seperti dalam rekaman video yang beredar di media sosial.

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari mengaskan, surat suara itu belum jelas produksi KPU dan gudang itu punya KPU atau bukan. Sehingga, jangan dulu mengambil kesimpulan.

Menurutnya, atas beredarnya surat suara tersebut, KPU langsung rapat mendadak membahas video yang beredar di media sosial.
Termasuk mengklarifikasi tempat penyimpanan surat suara yang disewa Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), metode pemungutan suara baik melalui TPS, kotak suara keliling (KSK) atau pos serta waktu pemungutan suara dengan ketiga cara itu.

’’KPU juga mengklarifikasi cara pengemasan surat suara seperti yang ada di dalam video yang dikemas di dalam kantong. Metode pemungutan suara dengan KSK,’’kata Hasyim kepada wartawan kemarin. (11/4).

Dia menuturkan, keberadaan surat suara tersebut patut dicurigai. Sebab, surat suara berada di dalam kantong seperti dalam video itu.

“Ini harus diperjelas dulu, karena kami belum mendapat informasi yang jelas tentang hal itu, maka kami akan klarifikasi dulu, kalau sudah dapat informasi memadai, baru kami akan mengambil sikap, kebijakannya bagaimana,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja PPLN Wajid Fauzi mengaku, masih menunggu informasi dari PPLN di Kuala Lumpur, Malaysia.

’’Tim dari KPU, akan diberangkatkan ke Malaysia untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Kami masih menunggu dari PPLN Kuala Lumpur.

Wajid menjelaskan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Malaysia cukup banyak yakni mencapai sekitar 550 ribu pemilih. Pemungutan suara di Malaysia dilaksanakan pada Minggu (14/4) yang tersebar di lima titik PPLN yakni Johor Baru, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching dan Penang.

Sebelumnya, beredar luas video berdurasi singkat yang menampilkan masyarakat setempat menggerebek sebuah ruko kosong yang disebutkan berada di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia.

Di dalam ruko itu ditemukan sejumlah kantong berisi surat suara yang diduga sudah dicoblos untuk pemilihan presiden pasangan tertentu. Tidak hanya itu ditemukan juga surat suara yang tercoblos untuk beberapa nama calon anggota legislatif dari partai politik tertentu.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan mengaku telah mendapatkan laporan tersebut dari jajarannya yang ada di Malaysia. Pihaknya tengah mengumpulkan berbagai dokumen, dan alat bukti. Abhan menegaskan, pihaknya segera mengeluatkan rekomendasi tindakan.
Abhan menuturkan, akan melihat fakta-fakta di lapangan. Siapa yang melakukan, dan apa modusnya dan sebagainya. Tapi tindakan kami saat ini, kami sedang mengumpulkan data, dokumen, bukti-bukti hasil pengawasan sistem kami di Malaysia.

Menanggapi berita tercoblosnya surat suara untuk sejumlah caleg asal Partai NasDem dan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf di Selangor Malaysia, Partai NasDem melalui Ketua DPP bidang Media dan Informasi Publik Willy Adityamenyatakan sangat menghormati dan menjunjung tinggi azas Luber Jurdil (langsung, umum, bersih, jujur, adil) dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

NasDem akan menyerahkan segala bentuk temuan-temuan ataupun indikasi-indikasi ketidakjujuran pelaksanaan Pemilu kepadapenyelenggara Pemilu. Dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu.

DPP NasDem saat ini terus mencari informasi kebenaran rekaman video dengan menugaskan langsung Ketua NasDem Malaysia Tengku Adnan untuk mendatangi langsung lokasi tempat tersimpannya surat suara yang diindikasi telah tercoblos untukcaleg NasDem Dapil DKI Jakarta nomor urut 2 dengan nama Davin Kirana serta nomor urut 3 dengan nama Achmad, terangnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengatakan Pemilu di Malaysia harus dibatalkan. Ia juga menduga ada kecurangan dari duta besar Indonesia di Malaysia karena sudah membuat kecurangan yang massive terkait Kartu suara yang dicoblos paslon di Pilpres no 01 dan Davin Kirana anak duta besar Malaysia caleg DPR Nasdem

’’Saya ingatkan ya pada Rusdi Kirana ayahnya Davin. Tidak bisa menjaga pemilu yang bersih bisa memicu kerusuhan sosial di Indonesia. Tolong Pak Rusdi Kirana jangan main curang untuk kepentingan anaknya. Boleh berpolitik tapi harus jujur dan jangan curang,’’ujarnya.

Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro berpandangan KPU RI dan Bawaslu RI harus tangkas menyikapi video pencoblosan surat suara Pemilu 2019 di Selangor, Malaysia.

“KPU dan Bawaslu harus merespon secara tangkas dan memberi solusi yang tepat agar tidak memunculkan ‘distrust’ yang meluas,” kata Siti Zuhro.

Dia mengatakan jika terdapat fakta hukum yang kuat ditemukan adanya penyimpangan dalam proses Pemilu 2019 di Malaysia, maka pemungutan suara WNI di Malaysia harus ditunda/diulang pelaksanaannya.

“Sebab itu akan menjadi bibit sengketa pemilu,” jelas Wiwiek.

Menanggapi hal ini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengirimkan surat ke KPU dan Bawaslu meminta dilakukan pengecekan soal surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia.

BPN juga bakal mengirimkan tim untuk mengumpulkan keterangan terkait kasus tersebut. (fin/yan)

Check Also

Rekapitulasi Belum Beres

BANDUNG – Komisi Pemili­han Umum (KPU) Jabar me­minta kepada sembilan daerah untuk segera menyelesaikan rekapitulasi suara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *