Rabu , 24 April 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Survei Indo Barometer Jokowi-Amin Unggul
BERIKAN ANALISA: Pembicara pakar statistik dari lembaga survey Indo Barometer sedang memaparkan hasil survei terakhir dengan keunggulan Paslon 01 Joko Widodo dan Ma’ruf amin njelang hari pencoblosan yang di gelar pada 17 April 2019 nanti.

Survei Indo Barometer Jokowi-Amin Unggul

JAKARTA – Lembaga survei Indo Barometer telah melaksanakan survei di seluruh Provinsi di Indonesia, yang meliputi 34 Provinsi, pada tanggal 6 – 12 Februari 2019 terkait Pilpres 2019.

Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli menjelaskan temuan hasil survei Indo Barometer menunjukan pasangan no urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin unggul dengan selisih 21 persen dibandingkan dengan pasangan Prabowo – Sandiaga Uno.

“Seandainya pilpres dilakukan hari ini, Jokowi-Ma’ruf Amin diprediksi menang, selisihnya 21 persen, paslon 01 mememiliki elektabilitas 50,2 persen, sedangkan paslon 02 memiliki 28,9, sementara sisanya sekitar 20 persen masih merahasiakan pilihanya,” ujar Hadi di Jakarta, Kamis, (20/3).

Hadi menerangkan, pilpres 2019 merupakan pengulangan pada pilpres 2014 kemarin, sebab yang bertarung adalah calon presiden yang sama, yakni Jokowi vs Prabowo.

Kedua tokoh tersebut dalam simulasi head to head, Capres petahana Jokowi masih memiliki elektabilitas lebih tinggi dari pada Prabowo.

“Dari pertanyaan simulasi 2 gambar Capres yang disodorkan kepada responden, Jokowi terpilih sebanyak 51,2 persen, Prabowo 28,9 persen, sementara yang masih merahasiakan pilihanya sebesar 19,9 persen, disini Jokowi kembali menggunguli Prabowo,” terang Hadi.

Sementara itu dari simulasi masing-masing kedua Cawapres antara KH. Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, paslon no urut 01 masih dominan dalam memperoleh dukungan dari masyarakat.

“Hasil dari simulasi head to head antar cawapres, KH. Maruf Amin memiliki elektabilitas 44,5 persen, Sandiaga Uno 32,1 persen, dan masyarakat yang belum menentukan pilihan sebesar 23,4 persen, paslon 01 dari sisi cawapres kembali unggul,” sambung Hadi.

Masih merujuk data hasil survei, Hadi melanjutkan, distribusi dukungan dari sisi suku atau etnis Jokowi unggul di suku Jawa, Sunda, Madura, Batak dan Bali. Sementara Prabowo unggul di suku Melayu, Betawi, Minang dan Bugis.

“Sementara dukungan dari kategori jenis kelamin, baik perempuan-laki-laki, kemudian dukungan dari wilayah dari Kota-Desa, Jokowi-Ma’ruf Amin unggul secara menyeluruh,” tukas Hadi.

Untuk diketahui, jumlah sampel pada survei sebanyak 1.200 responden, dengan margin of error sebesar ±2,83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner, serta responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Selisih Tipis, Ma’ruf Amin Genjot Perolehan Suara di Jabar dan Banten.

Sementara itu, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menanggapi survei Litbang Kompas di Jawa Barat dan Banten. Menurutnya, selisih tipis di daerah tersebut menjadi perhatian serius bagi dirinya.

“Kita genjot lagi, pulang dari sini Banten lagi,” ujar KH Ma’ruf di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (21/3).

Kiai Ma’ruf mencermati selisih elektabilitas antara Kompas dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di wilayah Jabar dan Banten. Versi Litbang Kompas, keterpilihan paslon 01 memang meningkat dari yang tadinya 39,3 persen di Oktober 2018, menjadi 42,1 persen pada Maret 2019.

Namun, hal tersebut masih kurang, karena di survei Kompas, paslon 02 masih bertahan dengan elektabilitas 47,7 persen pada Maret 2019. Pada Oktober 2018, penantang punya elektabilitas 50,2 persen di wilayah tersebut.

“Kalau Kompas (selisih) 5 persen, kalau SMRC itu sudah menang 1,5 persen,” ujar Kiai Ma’ruf.

Menurut dia, survei dari SMRC mengunggulkan petahana di Jabar dan Banten. Malah secara nasional selisih petahana dan penantang 26 persen. Sebanyak 58 persen untuk Jokowi-Ma’ruf dan 31 persen untuk Prabowo-Sandi.

Terlepas dari survei di Jabar dan Banten, Ma’ruf tetap optimis atas elektabilitas secara nasional. Prinsip Ma’ruf, dari survei SMRC dan Kompas, pihaknya akan berpatok pada persentase selisih suara di tengah, yakni sekira 20 persen.

“Kompas ya 11,8 (selisihnya). Sekarang kita ambil tengah saja (dari survei SMRC dan Kompas) sekitar 20 kan,” tutur Kiai Ma’ruf. (rls/yan)

Check Also

Perbedaan Jangan Jadi Persatuan Bangsa Rusak

BANDUNG – Semakin memanasnya suhu politik nasional saat ini menjadi perhatian serius dari Pendiri Wasathiyah Center …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *