Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Syukuri Gerimis Pramusim Hujan
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES PANDANGAN TERBATAS: Pengendara mengenakan jas hujan di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat pertama kali turun hujan kemarin (3/11). Hujan hingga kini masih jadi sesuatu yang langka di balik kemarau berkepanjangan. Berdasarkan prediksi, curah hujan belum turun di bulan ini.

Syukuri Gerimis Pramusim Hujan

darikita.com, Gerimis mulai membasahi Kota Bandung dan beberapa kota di Indonesia kemarin (3/11). Hujan singkat itu mengguyur beberapa lokasi di Kiaracondong, Kopo, Gasibu, Jalan Pahlawan, Tubagus Ismail hingga Setiabudi.

Beberapa warga sangat bersyukur atas hujan tersebut. Terlebih, kemarau berkepanjang hingga kini belum juga beralih. ”Mendungnya sih sudah dari dua hari lalu. Hujannya baru sekarang (kemarin, Red),” ujar Novita, warga Jalan Kiaracondong kemarin. ”Tapi Alhamdulillah, meski sebentar lumayan bikin adem,” tambahnya.

Sementara itu, Nurita Anggraeni warga Padalarang mengatakan, guyuran hujan tersebut dirasakan pada Senin (2/11). ”Hujannya lumayan gede tapi nggak lama,” kata Nuri sambil berharap, musim kemarau segera berakhir.

Rasa syukur juga dirasakan warga kawasan Surabaya Timur, Surabaya Selatan, hingga Sidoarjo bagian utara. Fenomena tersebut terjadi akibat terbentuknya awan berpotensi hujan.

Hanya saja, gerimis sesaat itu tidak sampai memengaruhi suhu pagi hingga siang kemarin. Berdasar pantauan Stasiun Meteorologi Juanda, suhu udara tetap di kisaran 25-36 derajat Celsius. ”Surabaya belum masuk musim hujan,” terang Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Juanda Bambang Setiajid. Dia menjelaskan, hujan dengan intensitas sangat lemah (di bawah 0,02 milimeter per menit) bisa jadi hujan pramusim pertama di metropolis. Sementara itu, hujan di Jawa Timur sebelumnya terjadi di daerah dataran tinggi dengan curah sangat kecil.

Dia memprediksi, musim hujan sebenarnya terjadi mulai dasarian kedua Desember nanti. Sejak itu, diprediksi mulai turun hujan hingga beberapa bulan ke depan. ”Musim hujan kali ini mundur daripada biasanya,” lanjut Bambang.

Pada tahun-tahun sebelumnya, musim hujan berlangsung September-Oktober. Musim transisi atau peralihan dari kemarau ke hujan akan diwarnai pancaroba. Masa pancaroba biasanya ditandai tingginya frekuensi hujan sangat deras dengan disertai angin kencang dalam waktu singkat.

Bambang juga mengingatkan, hari ini mungkin terjadi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat. Kemungkinan terjadi pukul 16.30 di barat laut Mojokerto dan sekitarnya. Kondisi itu diperkirakan berlangsung hingga pukul 17.30 dan meluas ke wilayah Bojonegoro Selatan, Ngawi Timur, dan sekitarnya.

Mantan prakirawan Stasiun Maritim Tanjung Perak itu menambahkan, suhu udara panas masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jatim. Namun, suhu udara tidak sampai di atas 37 derajat Celsius atau 43 derajat celsius yang pernah ter-display di salah satu reklame. Yang perlu diperhatikan apakah alat pengukur suhu atau termometer tersebut terpasang benar dan bekerja baik. Apalagi, termometer tidak boleh terpapar matahari secara langsung.

Seharusnya, termometer diletakkan dalam sangkar meteorologi. Penempatannya pun berada di ketinggian sekitar 1,5 meter dari tanah.

”Perlu kami kaji lebih lanjut apakah informasi tersebut benar-benar menunjukkan suhu yang sebenarnya atau karena alat yang dipasang langsung terkena paparan sinar matahari misalnya. Sehingga, suhu terukur lebih tinggi dari yang seharusnya,” jelas Bambang. (sep/c6/oni)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *