Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Target Produksi Ikan Tawar 45 Ribu Ton
BUDIDAYA: Peternak ikan air tawar member pakan di kolam jarring apung Waduk Cirata.

Target Produksi Ikan Tawar 45 Ribu Ton

darikita.com, NGAMPRAH – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat menargetkan produksi ikan tawar di tahun 2015 mencapai 43 ribu ton, jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 39 ribu ton. Produksi ikan tawar ini dihasilkan dari kolam jaring apung (KJA) di Waduk Cirata dan Saguling serta sisanya produksi dari mina padi (kolam darat dan kolam bekas sawah).

BUDIDAYA: Peternak ikan air tawar member pakan di kolam jarring apung Waduk Cirata.
BUDIDAYA: Peternak ikan air tawar member pakan di kolam jarring apung Waduk Cirata.

Menurut Kepala Disnakan Kabupaten Bandung Barat Adiyoto, kendati memasuki kemarau panjang, produksi ikan tidak mengalami dampak buruk. Justru, kata dia, pada musim kemarau ini, tidak ada lumpur yang terbawa arus seperti pada musim hujan. Sehingga, pada musim kemarau ini kondisi kolam menjadi jernih dan bersih. ”Kondisi air di musim kemarau ini tidak kekering dan jernih. Jadi, produksi ikan juga tidak terganggu. Hanya saja memang eceng gondok atau gulma cukup tinggi, tapi tidak berdampak buruk bagi produksi ikan walaupun ada gulma,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

KJA yang ada di Waduk Cirata dan Saguling, kata dia, mencapai 27 ribu petak. Sementara, di Waduk Cirata memiliki luas 6.200 hektar yang dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar untuk memproduksi ikan tawar. ”Fungsi waduk itu memang untuk energi, ini merupakan kompensasi untuk warga sekitar dari pemerintah dengan memberikan kesempatan memproduksi ikan,” ujarnya.

Adiyoto menambahkan, KJA di Waduk Cirata memproduksi ikan tawar jenis ikan mas, nila dan patin. Sementara, di Waduk Saguling memproduksi patin dan nila. ”Kalau produksi di kolam darat seperti ikan gurame dan lele. Kita optimistis semua target produksi ikan dapat tercapai,” ungkapnya.

Selain menargetkan produksi ikan yang tinggi, lanjut dia, pihaknya menargetkan wilayah Kabupaten Bandung Barat sebagai kota ikan atau minapolitan. Dimana kota ikan ini menjadi pusat pasokan ikan air tawar ke beberapa daerah di Jawa Barat.

Ia optimis, ke depannya KBB akan memiliki identitas baru dengan penghasil ikan air tawar terbanyak di Jawa Barat hingga DKI Jakarta. Dengan adanya Waduk Cirata dan Saguling, pengembangan budidaya ikan air tawar akan semakin maju dan lebih berkembang.

Saat ini, kata dia, Pemkab Bandung Barat tengah berkonsentrasi untuk meningkatkan pembangunan balai benih atau pusat pembibitan benih ikan di Desa Cisomang, Kecamatan Cikalongwetan. Selain sebagai pusat pembenihan berbagai jenis ikan, balai benih di Cisomang itu juga dipusatkan sebagai pusat pelatihan para pembenih ikan. ”Kami baru bisa menghasilkan 5 juta benih ikan per tahunya. Diupayakan bisa jauh lebih banyak penghasilan benih ikan ke depan,” tandasnya.

Untuk menutupi kekurangan benih ikan itu, kata dia, saat ini para petani ikan di KBB masih harus mendatangkan benih ikan dari berbagai daerah seperti Kabupaten Bandung, Subang dan Cianjur. Sisanya, para petani ikan yang mayoritas berada di Cirata dan Saguling mengandalkan pasokan benih ikan dari para pembenih ikan lokal yang diproduksi oleh sekitar 136 unit pembenihan rakyat (UPR). ”Dari 136 UPR tersebut mampu menghasilkan 100 juta benih ikan per tahun,” ungkapnya. (drx/fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *