Kamis , 27 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / THE BLUES LEMPAR HANDUK
ISTIMEWA TEKUK BIRU: Penyerang Southampton Graziano Pelle melesakkan gol ke gang Chelsea dalam laga di Stamford Bridge, Sabtu (3/10). Si Biru mesti menanggung malu di hadapan pendukungnya.

THE BLUES LEMPAR HANDUK

ISTIMEWA TEKUK BIRU: Penyerang Southampton Graziano Pelle melesakkan gol ke gang Chelsea dalam laga di Stamford Bridge, Sabtu (3/10). Si Biru mesti menanggung malu di hadapan pendukungnya.
ISTIMEWA
TEKUK BIRU: Penyerang Southampton Graziano Pelle melesakkan gol ke gang Chelsea dalam laga di Stamford Bridge, Sabtu (3/10). Si Biru mesti menanggung malu di hadapan pendukungnya.

 

CHELSEA 1-3 SOUTHAMPTON

Awan gelap bergelayut di Stamford Bridge, markas Chelsea. Klub asal London ini diterpa krisis tak berkesudahan menyusul kekalahan terbaru dari Southampton di kandang sendiri. Hasilnya, The Blues semakin terpuruk ke peringkat 16 di klasemen sementara Premier League. Jose Mourinho bahkan semakin realistis menetapkan target untuk anak asuhnya. Ambisi mempertahankan trofi Premier League mulai dibuang jauh-jauh.

Menjamu Southampton di Stamford Bridge, Chelsea yang unggul lebih dulu lewat gol Willian, secara mengejutkan berbalik kalah setelah gawang Asmir Begovic dibobol tiga kali oleh Steven Davis, Sadio Mane dan Graziano Pelle. Kekalahan dari Southampton ini menjadi kekalahan keempat yang dialami The Blues dalam delapan laga terakhir di Premier League.

Mourinho menyebutnya sebagai krisis terburuk di sepanjang karir kepelatihannya yang sudah terbentang selama 15 tahun.”Ini adalah periode terburuk dalam karir kepelatihan saya yang menurut saya berjalan fantastis,” kata Mou yang juga mantan pelatih FC Porto, FC Internazionale dan Real Madrid.

”Ini situasi yang tak ingin saya rasakan lagi. Saya ingin mengakhirinya pada laga berikutnya. Tapi ini pengalaman yang berharga dalam karir saya. Saya tak pernah menelan kekalahan sebanyak seperti musim ini. Itulah faktanya. Saya menyukai tekanan saat klub di puncak klasemen dan hanya unggul satu poin dari peringkat dua. Tapi saya tidak menyukai tekanan seperti saat ini. Namun saya akan mengatasinya,” imbuh Mourinho.

Cesc Fabregas dan kawan-kawan kini terpuruk di peringkat 16 dengan hanya mengoleksi delapan poin hasil dua kemenangan dan dua imbang. Mereka tertinggal 10 poin dari tim penghuni papan atas seperti Manchester City yang sukses menggilas Newcastle United dengan skor 6-1.

Jarak yang cukup jauh ini membuat Mourinho mulai berpikir realistis. Sebagai juara bertahan, Mou mulai melupakan ambisinya untuk mempertahankan trofi Premier League musim ini. Alih-alih, dia hanya menargetkan timnya finish di zona empat besar atau zona Liga Champions.

”Menurut saya, pada Desember, Januari, Februari, kami bisa kembali ke empat besar. Namun untuk menjadi juara adalah hal yang sangat, sangat sulit. Kami 10 poin di bawah Manchester City dan bisa tertinggal 11 poin dari Manchester United. Memang tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Tapi jarak ini sangat sulit untuk dikejar,” ungkap Mourinho.

Start yang buruk dalam delapan laga awal Premier League juga mempengaruhi masa depan Jose di Stamford Bridge. Isu pemecatan bahkan mulai merebak. Fans juga semakin terbuka mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap kinerja pelatih asal Portugal ini. Tapi The Special One menanggapinya penuh percaya diri. ”Tidak, saya tidak akan mundur. Mengapa? Karena Chelsea tak akan mendapat manajer yang lebih baik dari saya,” tegas Mourinho. (ish/vil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *