Minggu , 5 April 2020
Home / bandung raya / Tingkatkan Kapasitas UMKM Melalui Z-Mart

Tingkatkan Kapasitas UMKM Melalui Z-Mart

BANDUNG – Sejak 2018 hingga saat ini, di Kota bandung sudah ada sekitar 67 unit Z-Mart. Minimarket yang didirikan dengan tujuan peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui zakat ini diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung.

Hal tersebut terungkap saat peresmian Z-Mart unit ke 67 yang dilakukan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, di Jalan A.H. Nasution Gang Kramat RT 04 RW 01 Kelurahan Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Senin (20/1).

Dalam kesempatan itu, Oded mengatakan, program ini adalah buah kerja kolaboratif Baznas dari tingkat kota sampai tingkat pusat.

”Ini adalah kerjasama antara Kota Bandung dengan pihak provinsi dan pusat. Dari Kota Bandung ini mulai dari perbaikan renovasi, ya uangnya juga,” kata Oded.

Dijelaskannya, dalam program ini Baznas memberikan bantuan kepada pedagang kecil tergolong mustahik zakat berupa perbaikan kios senilai Rp5 juta. Selain itu, Baznas juga memberikan modal senilai yang sama untuk kiosnya.

”Ada Rp5 juta buat renovasinya, Rp5 juta buat isinya. Tapi ya kiosnya punyanya si ibu itu,” jelasnya.

Selain menerima bantuan modal, lanjutnya, pemilik kios juga terhubung dengan sistem berbasis online untuk mengatur neraca keuangan toko secara profesional. Baznas pun bisa memantau perkembangan omzet toko yang terhubung ke dalam sistem. Dengan begitu, Baznas bisa melakukan tindakan jika ada toko yang kurang berkembang.

Insyaallah juga dari provinsi nanti ada pendampingan. Ada distribution center di provinsi. Dan dari pusat juga ada pendampingnya lainnya,” tandas Oded.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bandung, Maman Abdurrahman menuturkan, skema ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Sehingga, menurutnya, jika mereka sejahtera, maka para mustahik (penerima zakat) bisa naik kelas menjadi muzaki (pemberi zakat).

”Nanti kalau dia sudah berhasil harus mengeluarkan zakat juga, namanya zakat tijarrah, zakat perdagangan 2,5 persen,” tutur Maman.

Dia pun menargetkan akan ada lebih banyak Z-Mart di Kota Bandung. Sebab, Wali Kota Bandung sudah mengamanatkan agar Z-Mart bisa hadir di tiap kelurahan.

”Tahun ini kami targetkan 100 Z-Mart dulu, karena zakat ini juga harus disalurkan ke penerima manfaat lainnya,” pungkanya. (rls/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *