Minggu , 5 April 2020
Home / bandung raya / Trase Transportasi Masal Lewati Cimahi

Trase Transportasi Masal Lewati Cimahi

CIMAHI – Informasi terbaru perihal transportasi massal wilayah Bandung Raya diungkap Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi. Trase transportasi massal itu hampir pasti melintasi wilayah Cimahi.

Sebab, dari wacana yang sebelumnya diumbar seperti monorail hingga Light Transit Rail (LRT) belum menemukan titik temunya. Informasi terbaru, pihak World Bank akan melakukan studi khusus soal transportasi yang cocok untuk kawasan Bandung Raya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perencanaan Fisik pada Bappeda Kota Cimahi, Febri Widyatmoko saat dihubungi, Minggu (19/1). Hal itu diketahuinya dari hasil rapat terakhir bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

”World Bank melirik untuk melakukan studi transportasi mana yang cocok. Karena wacana selama ini kan Monorail, Cable Car, LRT. Macam-macam,” ungkap Febri.

Menurutnya, kemungkinan hasil studi dari World Bank nanti tidak akan mengubah rencana sebelumnya yang sudah dibahas bersama Pemprov Jabar. Sebab sebelumnya memang sudah dilakukan juga studinya.

”Kayanya gak mengubah tapi lebih memastikan apa yang lebih cocok. Studi banyak sekali dari provinsi, dari World Bank akan memberikan rekomendasi,” jelasnya.

Transportasi massal seperti LRT sendiri sudah menjadi wacana untuk diterapkan Bandung Raya. Salah satunya untuk menunjang keberadaan trayek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Kota Cimahi menjadi salah satu wilayah yang terlintasi.

Berdasarkan hasil rapat sebelumnya ditahun 2019, sistem transportasi massal berupa pembangunan LRT Bandung Raya Koridor Barat-Timur akan dimulai dari Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang-Ciburuy dengan total panjangnya mencapai 20,12 kilometer.

Trayek monorel LRT khusus di Kota Cimahi akan melintas sepanjang Jalan Amir Mahmud, mulai dari Cibeureum – Cimindi sampai dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hasil study trase sebelumnya juga muncul usulan tujuh segmen untuk untuk menunjang transportasi massal LRT Bandung Raya. Segmen I adalah Leuwipanjang – Caringin -Pasirkoja, segmen II Pasirkoja – Cibeureum.

Segmen III Rajawali – Cimindi, segmen IV Cimindi – Cibabat, segmen V Cihanjuang-Alun-alum Cimahi, segmen VI Cimahi – Kota Baru Parahyangan dan segmen VII Padalarang – Ciburuy. Khusus di Kota Cimahi, stasiun monorel itu akan dibangun di lima lokasi berbeda. Yakni di Cimindi, Cibabat, Cihanjuang, Alun-alun Cimahi dan Sangkuriang.

Untuk mendukung kebijakan Pemprov Jabar itu, terang Febri, pihaknya sudah memasukan trase transportasi masal itu ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cimahi saat ini tengah direvisi.

”Kita mendukung kebijakan dari provinsi. Ada lima titik yang akan kita akomodir revisi RTRW. Titik-titik sudah ditetaokan, kita harus mendukung apalagi Cimahi ini lintasan,” sebutnya.

Febri melanjutkan, sebagai wilayah yang akan terlintasi transportasi massal, pihaknya akan menunggu dan mengikuti keputusan dari Pemprov Jabar.

”Kayanya masih lama. Minimal 2020 ini memastikan. Setelah fiks pertama bikin DED, FS,” pungkasnya.(mg3/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *