Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Wakil Bupati Cirebon Divonis Bebas
TERHARU: Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi menangis dalam persidangan dugaan kasus korupsi dana bansos di Pengadilan Negeri, kemarin.

Wakil Bupati Cirebon Divonis Bebas

Tuduhan Jaksa Tidak Terbukti

darikita.com, Hanya dalam tempo satu jam, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung membebaskan Wakil Bupati Cirebon nonaktif Tasiya Soemadi alias Gotas, kemarin (12/11). Dalam persidangan di Ruang I Pengadilan Negeri Bandung kemarin, majelis hakim yang diketuai Djoko Indarto membebaskan Gotas dari segala tuduhan jaksa atas dugaan penyalahgunaan dana hibah Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2009-2012.

Majelis menilai, terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana tercantum dalam dakwaan primer, bahkan subsider. Dalam dakwaan primer, jaksa mengenakan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara itu, di dakwaan subsider dijerat Pasal 3 jo pasal 18 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Meski ada dissenting opinion (perbedaan pendapat) di antara majelis, namun Hakim Ketua Djoko Indarto tetap memutuskan bebas eks Ketua DPRD Kabupaten Cirebon tersebut. ”Menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primer dan subsider. Membebaskan terdakwa dari segala tuduhan dan memulihkan nama baik terdakwa,” ucap Djoko dalam amar putusannya.

Djoko sebenarnya menilai Gotas bersalah, sementara kedua anggota majelis lain Basari Budhi dan Kistwan Damanik menganggap terdakwa tidak melakukan penyalahgunaan dana bansos. Putusan bebas itu berdasarkan berbagai pertimbangan serta fakta persidangan. Bahkan uang pengganti sebesar Rp 159 juta yang dibebankan padanya dititahkan majelis untuk digunakan kepada dua terdakwa lain.

”Tidak ada aliran dana yang diterima oleh terdakwa sebagaimana dakwaan jaksa,” sahut Djoko.

Jelang putusan, Gotas terus menerus mengelap air mata saat hakim membacakan pertimbangannya. Tangis tak terbendung, saat hakim mengetok palu kebebasan bagi dirinya. Bahkan, sejumlah pendukungnya yang datang dari Cirebon meneriakkan kalimat ”Allahu Akbar” usai majelis menutup persidangan.

Gotas sendiri tidak mampu berkata-kata mengingat sebelumnya jaksa menuntut sembilan tahun penjara. Alasannya, mereka memandang yang bersangkutan terbukti melakukan penyalahgunaan dana bansos. Dirinya hanya bisa menangis ketika awak media minta komentar terkait vonis bebas tersebut.

”Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Allah. Dan majelis hakim yang telah terbuka mata hatinya. Saya akan memperbaiki dan mendekatkan diri kepada Allah,” tukas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu sebelum menaiki mobil Honda Accord bernomor polisi D 1730 TZ.

Kuasa hukum terdakwa Iman Nurhaeman menilai, vonis itu sesuai fakta persidangan. Sebab, tidak ada saksi lain yang melihat penyerahan uang seperti tuduhan jaksa. Disinggung perbedaan pendapat antar majelis hakim, Iman menghargai hal tersebut.

”Faktanya Djoko tidak sidang dua bulan dan baru masuk jelang putusan. Namun hakim bisa memutuskan dan berani membebaskan klien kami,” ujarnya.

Sementara itu, JPU dari Kejaksaan Negeri Sumber Setiabudi Martono menyatakan, bakal pikir-pikir dahulu sebelum ambil langkah hukum selanjutnya yaitu kasasi ke Mahkamah Agung. Dia memandang, dissenting opinion sebagai hal yang wajar dalam persidangan.

Seperti diberitakan, Gotas dianggap telah melakukan pemotongan dana hibah bansos untuk kepentingan partainya. Saat itu Gotas menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2009-2014. Kasus tersebut berawal dari Pemkab Cirebon menganggarkan belanja hibah dan bansos pada tahun 2009-2012 sebesar Rp 298,4 miliar.

Pimpinan DPRD selaku Badan Anggaran DPRD mengajukan usul penerima hibah bansos. Terkait dengan hal tersebut, Gotas pada 2009 kemudian mengadakan pertemuan dengan para ketua ranting dan pengurus DPC PDIP di rumah dinasnya yang juga diikuti oleh Emon dan Subeti.

Dalam pertemuan itu, Gotas mengatakan bahwa Pemkab Cirebon akan memberikan dana bansos dan hibah. Dia juga mengatakan, pemberian dana pada masyarakat atau kelompok masyarakat itu dilakukan pemotongan dan hasil pemotongan itu akan digunakan untuk kepentingan partai (PDIP). Kemudian hal tersebut terus kembali pada tahun anggaran tahun 2010-2012.

Nah, dari situlah dilakukan pemotongan seperti dari Rp 100 juta dipotong 85 juta dari Rp 130 juta dipotong Rp 108 juta. Kemudian uang-uang dari hasil pemotongan penerimaan dana bansos hibah sebesar Rp 1,564 miliar. Rinciannya, pemotongan Rp 1,3 miliar, fiktif Rp 160 juta dan digunakan tidak sesuai peruntukannya Rp 59,6 juta. (vil/rie)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *