Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Wenger Tertawa, Mourinho Merana
Arsene Wenger Pelatih Arsenal

Wenger Tertawa, Mourinho Merana

darikita.com,– Arsene Wenger dan Jose Mourinho sama-sama melatih tim asal London. Publik Inggris sering membandingkan kualitas keduanya. Pun, kedua pelatih ini kerap terlibat perseteruan di media massa. Namun, jika musim lalu Mourinho kerap memenangkan duel epik ini, kali ini situasinya berubah drastis. Musim ini Wenger lebih berhak tertawa, sementara Mourinho terus terbenam akibat buruknya performa Chelsea.

Arsene Wenger Pelatih Arsenal
Arsene Wenger
Pelatih Arsenal

Wenger, yang pernah dijuluki oleh Mourinho sebagai ”Spesialis Kegagalan,” musim ini justru menunjukkan superioritasnya dari Mourinho. Setidaknya, superioritas itu berlaku hingga pekan kesepuluh Premier League. Wenger bisa tertawa bahagia karena timnya, Arsenal, kembali memetik kemenangan keempat secara beruntun, yakni saat menghadapi Everton di Etihad Stadium, akhir pekan lalu.

The Gunners menang 2-1 berkat gol Olivier Giroud dan Laurent Koscielny di babak pertama. Mereka memuncaki klasemen sementara untuk pertama kalinya sejak Februari 2014. Total Arsenal mengoleksi 22 poin hasil tujuh kemenangan dan satu kali imbang. Kemenangan itu juga menyempurnakan pekan yang dijalani Arsenal.

Sebelum mengalahkan Everton, The Gunners terlebih dulu menghajar Watford 3-0 dan mempermalukan Bayern Munchen 2-0 di ajang Liga Champions. ”Ya, ini pekan sempurna dan tidak mudah untuk meraihnya. Sekarang kami harus tetap kompak, fokus, dan merendah, sambil terus berusaha memeragakan permainan yang lebih baik,” kata Wenger sambil tersenyum.

”Apakah saya berpikir akan berada di posisi saat ini (peringkat satu) setelah 10 pertandingan? Sejujurnya, tidak. Sebelumnya saya menduga perjalanan kami akan lebih panjang karena Manchester City memulainya dengan meraih lima kemenangan,” pelatih asal Prancis ini menambahkan.

Memang, posisi Arsenal akan kembali melorot ke peringkat dua jika Manchester City berhasil mengalahkan Manchester United dalam Derby Manchester. Tapi prestasi Wenger saat ini patut diapresiasi, terutama jika dibandingkan dengan seterunya, Jose Mourinho, yang menukangi Chelsea.

Ya, Mourinho memang sedang merana. Tak lain, hal itu dipicu performa buruk yang dialami timnya di sepanjang awal musim ini. Di Liga Champions, misalnya, The Blues yang tergabung di Grup G bersama FC Porto, Dynamo Kiev, Maccabi Tel Aviv, hanya duduk di peringkat tiga setelah hanya meraih satu kemenangan dalam tiga laga. Hal itu jelas mengecewakan mengingat lawan-lawannya, secara kualitas, jauh di bawah Chelsea.

Hal yang sama juga terjadi di Premier League. Menyandang status sebagai juara bertahan, Chelsea saat ini justru terpuruk di peringkat 15, hanya unggul lima poin saja dari Newcastle United yang menghuni zona degradasi. Teranyar, The Blues dipermalukan West Ham dengan skor 2-1 yang menjadi kekalahan kelima hingga pekan kesepuluh.

Catatan itu menjadi start terburuk yang pernah dialami Chelsea di bawah kepemimpinan Jose Mourinho. Sang pelatih murka atas trend negatif itu. Usai dikalahkan West Ham, dia bahkan langsung ngeloyor, enggan memenuhi kewajibannya untuk melakukan sesi jumpa pers. Atas sikap itu, Mou kini tengah menanti sanksi dari pengelola liga. Sementara, di tempat lain, masih di kota London, Wenger sedang menikmati kebahagiaan bersama timnya. (ish/asp)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *