Rabu , 20 Januari 2021
Home / bandung raya / Wisatawan Wajib Rapid Test Antigen

Wisatawan Wajib Rapid Test Antigen

BANDUNG –Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyusun surat edaran (SE) perjalanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dimulai pada 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Rencanya, dalam SE tersebut akan dituangkan aturan bagi warga luar yang datang ke Kota Bandung dengan tujuan wisata melalui transportasi kereta dan pesawat wajib memiliki surat negatif rapid test antigen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, pihaknya akan mengatur hal tersebut dalam surat edaran Wali Kota Bandung tentang protokol kesehatan saat perjalanan dan wisata yang mengacu kepada surat edaran Gubernur Jawa Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kita sudah menerima surat edaran baik dari gubernur dan BNPB. Saat ini kita sedang meramu dua kebijakan itu, dan nanti akan ada surat edaran wali kota yang disampaikan langsung pak wali,” ujar Ahyani di Balai Kota Bandung, Senin (21/12).

Dia menuturkan, surat edaran tersebut memuat tentang beragam syarat bagi pelaku perjalanan. Salah satunya, setiap warga yang datang dari luar Bandung yang menggunakan moda transportasi Kereta Api (KA) dan pesawat wajib menunjukkan surat negatif rapid test antigen.

“Kalau kendaraan pribadi hanya imbauan. Tetapi begitu masuk ke tempat wisata, wajib memiliki surat edaran gubernur yang memperlihatkan negatif rapid tes antigen. Tetapi untuk warga yang datang ke Bandung bukan untuk wisata, tidak perlu menunjukan hasil rapid test antigen,” tuturnya.

Dia menambahkan, surat negatif rapid test antigen akan menjadi tanggung jawab masing-masing pelaku perjalanan. Pemkot Bandung hanya menanggung biaya uji swab maupun rapid test dari pasien hasil tracing temuan kasus positif.

Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan surat edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Kepala BNPB sekaligus sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Murtado menyatakan, untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa (antar provinsi/kabupaten/kota), pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara dan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Sementara itu, untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat baik pribadi maupun umum, diimbau menggunakan rapid test antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Adapun pengisian e-HAC Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api. Tak hanya itu, anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.(mg7/ziz)

Check Also

Hasil Efikasi Tak Sesuai Regulasi, Singapura dan Malaysia Tinjau Ulang Vaksin Sinovac

JAKARTA – Singapura dan Malaysia dikabarkan sedang meninjau ulang penggunaan vaksin Sinovac buatan Cina. Hal demikian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *